(Taiwan, ROC) – Dilansir dari pemberitaan media Central News Agency (CNA), Dewan Perwakilan Rakyat Italia pada 16 Maret yang lalu meloloskan mosi dengan suara mayoritas, meminta pemerintah Italia untuk memperhatikan situasi di Selat Taiwan dan meninjau kembali strategi Indo-Pasifik bersama NATO dan Uni Eropa (UE). Ini merupakan pemungutan suara penting dari Kongres Italia tentang masalah Taiwan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk beberapa partai yang bersahabat dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) pun turut mendukung.
Wakil Ketua Komite Urusan Luar Negeri Dewan Perwakilan Rakyat Italia, Paolo Formentini mengusulkan mosi tambahan dari RUU Tanggap Darurat Krisis Ukraina pada sesi pleno di Majelis Umum pada tanggal 16 Maret yang lalu. Isi proposal tersebut menunjukkan, karena invasi Rusia ke Ukraina telah berdampak pada situasi internasional, tidak menutup kemungkinan bahwa Negeri Tirai Bambu dapat mengambil tindakan lebih lanjut terhadap Taiwan, sehingga organisasi internasional seperti NATO dan UE perlu lebih memperhatikan situasi di kawasan Indo-Pasifik. Proposal tersebut juga meminta pemerintah Italia untuk meninjau kembali strategi Indo-Pasifik bersama dengan negara-negara anggota NATO dan UE, serta menetapkan kebijakan (terhadap Taiwan) ketika situasi di kawasan Indo-Pasifik sedang tegang, karena ini juga melibatkan kepentingan strategis Italia.
Usulan Paolo Formentini, pertama kali ditandatangani oleh 32 anggota DPR Italia baik dari partai berkuasa maupun oposisi. Sebelum pemungutan suara kongres, pemerintah Italia juga menyatakan sikap positifnya terhadap usulan tersebut, dan pada pemungutan suara akhir telah mendapatkan dukungan luar biasa dari anggota parlemen dari partai yang berkuasa ataupun partai oposisi. Di antara 417 anggota DPR yang hadir, sebanyak 387 suara mendukung, 19 suara menentang dan 11 abstain.