History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

“Revolution of Our Times”, Presiden Tsai: Kebebasan Demokrasi adalah Nilai-Nilai yang Harus Dipertahankan

  • 18 March, 2022
  • 陳柏萇
“Revolution of Our Times”, Presiden Tsai: Kebebasan Demokrasi adalah Nilai-Nilai yang Harus Dipertahankan
“Revolution of the Times”, Presiden Tsai: Kebebasan Demokrasi adalah Nilai-Nilai yang Harus Dipertahankan

 (Taiwan, ROC) – Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Partai Progresif Demokrat (DPP) mengundang Penasihat Kebijakan Nasional, Asosiasi Teman Xiaoying, Kelompok Relawan Xiaoying, Menteri Kebudayaan, Lee Yung-te (李永得), dan sejumlah selebgram menonton film “Revolution of Our Times” bersama-sama mendukung Hong Kong dengan tindakan. Presiden Tsai mengemukakan, dalam menghadapi ekspansi otoritarianisme global yang terus berkembang, dari pengalaman Hong Kong memberitahukan kepada Taiwan, demokrasi dan kebebasan adalah nilai-nilai yang dianut Taiwan, dan juga merupakan konsensus terbesar masyarakat, tidak ada ruang untuk pemberian konsesi, serta menyerukan sekutu front demokratik internasional untuk bersama-sama mendukung Hong Kong.

Presiden Tsai dalam pidatonya saat sebelum penayangan film menyampaikan, film dokumenter ini, menyajikan proses gerakan anti-ekstradisi secara nyata. Termasuk Wakil Presiden Lai Ching-te (賴清德), Perdana Menteri, Su Tseng-chang (蘇貞昌), Ketua Yuan Legislatif Yu Shyi-kun (游錫堃), dan beberapa kepala pemerintahan kabupaten dan kota juga turut menyaksikannya. Beliau dalam postingan di akun medsosnya juga merekomendasikan film tersebut kepada semua orang dalam bahasa Mandarin dan bahasa Inggris, agar semuanya dapat pergi ke bioskop dan bersama-sama mendukung film “Revolution of Our Times”.

Presiden Tsai menyampaikan, ada banyak sekali netizen yang memberikan pesan dan berbagi intuisi mereka setelah menyaksikan film dokumenter tersebut. Khususnya anak-anak muda Hong Kong yang melawan otoritarianisme dengan darah, air mata dan nyawa, serta perjuangannya untuk kebebasan berdemokrasi baik untuk diri sendiri dan juga untuk Hong Kong, sangatlah mengagumkan dan patut untuk dihormati.

Presiden Tsai menuturkan, Taiwan adalah satu-satunya negara di dunia yang menayangkan film “Revolution of Our Times”. Selama beberapa waktu penayangan banyak sekali netizen Hong Kong yang meninggalkan pesan, dan berterima kasih kepada Taiwan atas penayangan film dokumenter tersebut, agar ada lebih banyak orang yang mengetahui akan situasi sebenarnya di Hongkong. Mereka juga berharap setelah pandemi berakhir, berkesempatan untuk datang ke Taiwan dan menonton film dokumenter tersebut. Presiden Tsai menambahkan, Taiwan juga telah melalui jalan yang panjang menuju demokratisasi serta dapat berempati dengan pengalaman teman-teman yang ada di Hong Kong, ini semua juga membuat Taiwan semakin menghargai demokrasi dan kebebasan yang diraih dengan susah payah. Presiden Tsai mengatakan, ”Saat ini, dalam menghadapi ekspansi otoritarianisme global yang berkelanjutan, dari pengalaman Hong Kong memberitahukan kita, demokrasi dan kebebasan adalah nilai-nilai yang kita anut dan juga konsensus terbesar masyarakat, serta tidak ada ruang untuk pemberian konsesi. Di masa depan, Taiwan akan terus memperdalam demokrasi serta mempertahankan nilai-nilainya, serta juga akan mengimbau sekutu front demokratik internasional untuk mendukung dan memedulikan Hong Kong, serta memberikan dukungan dan bantuan terbesar kepada rakyat Hong Kong.”

Presiden Tsai menuturkan, ada banyak teman-teman yang menyarankan untuk harus membawa tissue saat memasuki ruang bioskop, karena di dalam film tersebut ada beberapa adegan perjuangan dan persahabatan, adegan-adegan tersebut dapat membuat semua orang meneteskan air mata. Dirinya memercayai, setiap masyarakat Taiwan seharusnya dapat menyaksikan film dokumenter ini. Ini juga merupakan film dokumenter yang harus ditonton oleh semua orang yang peduli dengan masa depan dan perkembangan demokrasi Hong Kong. Beliau ingin mengucapkan terima kasih kepada tim distribusi di Taiwan, karena semua orang sangat antusias, dan melakukan yang terbaik untuk Hong Kong.

Komentar

Terbarumore