History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

NIA Bongkar Sindikat Rentenir yang Menargetkan Pekerja Migran Indonesia

  • 14 March, 2022
  • 陳志勇
NIA Bongkar Sindikat Rentenir yang Menargetkan Pekerja Migran Indonesia
Paspor, dokumen, uang dan barang bukti lain yang disita dalam penggerebekan Brigade Kabupaten Chiayi NIA. (Foto: Brigade Kabupaten Chiayi, NIA)

(Taiwan, ROC) - Ditjen Imigrasi Nasional (NIA) telah membongkar sebuah sindikat rentenir yang menargetkan pekerja migran Indonesia dan memaksa mereka untuk membayar bunga hingga 152 persen dari jumlah yang mereka pinjam.

Brigade Kabupaten Chiayi NIA baru-baru ini menggeledah empat lokasi di Taichung dan Changhua bersama polisi setempat dan menemukan 342 paspor, kuitansi pinjaman, rekening, mesin penghitung uang, dan uang tunai lebih dari NT$7 juta.

Penyelidikan dimulai setelah seorang pekerja migran Indonesia melaporkan sindikat rentenir tersebut kepada NIA pada akhir tahun lalu. PMI bersangkutan mengatakan bahwa dia meminjam uang dari sindikat tersebut untuk membantu keadaan darurat di kampung halamannya dan diminta untuk menyerahkan paspornya, menandatangani surat promes, dan menyetujui suku bunga yang tinggi.

Sebanyak 22 orang yang diduga terlibat dengan sindikat rentenir kemudian dipanggil untuk dimintai keterangan, dan ketika dua dari lima tersangka utama tidak muncul, mereka ditangkap, jelas NIA melalui sebuah keterangan pers.

Ke-22 orang itu kemudian dibebaskan setelah diinterogasi, tapi kasus tersebut telah diserahkan ke Kantor Kejaksaan Distrik Taichung untuk penyelidikan lebih lanjut guna menentukan apakah tersangka utama akan didakwa atas pelanggaran undang-undang pidana dan perbankan, kata NIA.

Menurut Wakil Kepala Brigade Kabupaten Chiayi Lai Shu-yi (賴淑怡), sindikat tersebut dipimpin oleh seorang pria Taiwan bermarga Yang (楊) dan seorang wanita Tionghoa Indonesia bermarga Huang (黃), diduga memasang iklan online yang menargetkan pekerja migran Indonesia.

Banyak PMI meminjam uang dari sindikat tersebut karena mereka membutuhkan uang untuk keadaan darurat dan tidak memiliki saluran hukum lain untuk mengakses dana, kata Lai, yang memperkirakan ada ratusan korban di seluruh Taiwan.

Peminjam yang tidak dapat membayar kembali pinjaman dan bunga tepat waktunya diancam bahwa foto dan rincian pinjaman mereka akan diposting di media sosial, dan anggota sindikat bahkan muncul di kediaman majikan pekerja untuk memaksanya untuk membayar uang, tambah Lai.

Seorang pengasuh Indonesia di New Taipei, yang namanya dirahasiakan demi keselamatannya, mengatakan ada agen pinjaman yang meneleponnya berulang kali bahkan setelah dia melunasi pinjaman, terus mengganggunya dan mengancam untuk memberi tahu majikannya bahwa dia masih berutang uang kepada mereka.

Akhirnya PMI tersebut memberi tahu majikannya, dan majikannya menyuruhnya memberi tahu agen pinjaman bahwa dia akan menelepon polisi jika mereka menelepon lagi. Setelah itu, agen pinjaman pun berhenti menelepon.

Komentar

Terbarumore