(Taiwan, ROC) – Pemerintah Amerika Serikat pada tahun 2020 mengumumkan penjualan Field Information Communications System atau Sistem Komunikasi Informasi Lapangan khusus kemiliteran atau FICS kepada Taiwan, dimana sistem tersebut tidak hanya sekedar mampu membangun sebuah jaringan sistem komunikasi yang lengkap di saat perang terjadi, juga dapat digunakan oleh satuan kemiliteran pada saat terjadi bencana alam, yang mana biasanya akan menghadapi masalah kesulitan berkomunikasi terkait kondisi lapangan yang tidak memadai. Merujuk kepada data yang tercatat dalam situs dana anggaran belanja pemerintah, Taiwan secara resmi telah memasuki tahapan penandatanganan MOU kesepakatan jual beli, dengan dana senilai NT$ 6,9 milyar, dimana sistem FICS tersebut akan selesai dibangun pada bulan September 2025 mendatang.
Badan Kooperatif Pertahanan Keamanan Amerika Serikat atau Defense Security Cooperation Agency (DSCA) pada bulan Desember 2020 mengumumkan penjualan Field Information Communications System atau FICS kepada Taiwan, dengan meliputi 154 titik komunikasi, 24 unit peranti relai komunikasi electromagnet, 8 sistem jaringan internet dan juga perlengkapan kebutuhan lainnya, bantuan pengoperasian sistem teknologi, bimbingan pelatihan bagi SDM terkait dan juga bantuan pengoperasian secara keseluruhan di kedepannya.
Merujuk kepada data yang tertera dalam situs belanja negara pada tanggal 9 Maret, pihak Amerika dan Taiwan telah resmi menandatangani MOU jual beli dan juga dana anggaran belanja sebesar NT$ 6.993.780.000. Adapun instansi yang bertugas sebagai perusahaan pengusung proyek penjualan adalah Institut Amerika di Taiwan atau American Institute in Taiwan (AIT), yang juga merupakan perwakilan resmi pemerintah Amerika di Taiwan. Sementara yang bertugas sebagai pelaksana program kerjasama tersebut adalah Pusat Komando Komunikasi Kementrian Pertahanan Keamanan Taiwan. MOU kerjasama yang telah resmi ditandatangani juga menyebutkan waktu pelaksanaan mulai dari tanggal 17 Februari 2022 hingga 15 September 2025.
Salah satu informan dari pihak kemiliteran Taiwan menyampaikan jika program jual beli tersebut merupakan program pembelian sistem yang telah diperbarui level fungsinya, dimana fungsi sebelumnya yang dipakai telah memasuki usia 20 tahun silam. Sehingga sudah waktunya untuk segera diperbarui atau dinaikkan level fungsi yang ada. Kelak ke depannya saat sistem yang disebutkan tiba di Taiwan, tidak hanya sekedar dapat digunakan untuk membangun sistem sarana komunikasi di kala perang, namun juga dapat dipergunakan di saat terjadi bencana alam yang biasanya akan memengaruhi kelancaran komunikasi antar pihak.
Pakar ahli bidang kemiliteran, Lee Huang-re saat menerima wawancara dari pihak media menyebutkan jika sebelumnya pihak Angkatan Bersenjata Taiwan hanya fokus kepada alutsista saja, namun seiring dengan kemajuan teknologi, maka kondisi perang yang mungkin terjadi di zaman sekarang juga sangat membutuhkan sistem kelancaran komunikasi, dimana sistem komunikasi satuan kemiliteran bidang darat, laut dan udara tidak akan serupa. Kondisi komunikasi untuk satuan laut dan udara biasanya tidak akan menemukan masalah besar, namun berbeda dengan satuan darat, dimana akan menemukan kendala berupa situasi lokasi di darat, gedung bangunan, bentuk dan lekuk daratan yang ada, sehingga jaringan komunkasi yang lancar sangat dibutuhkan di kala mendesak, agar setiap satuan kemiliteran dapat terus menjalankan tugasnya sembari memberikan laporan kondisi lapangan yang dihadapi kepada Pusat Komando Kemiliteran.