(Taiwan, ROC) -- Menanggapi rumor di internet yang mengatakan jika pihak Rusia saat ini tengah mempertimbangkan untuk melakukan pembalasan terhadap Taiwan, yakni dengan menutup Kantor Perwakilan Taiwan di Rusia, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (MOFA), Joanne Ou (歐江安) pada pagi hari ini (11/3) mengemukakan, Kantor Perwakilan di Rusia masih beroperasi secara normal dan belum menerima laporan apapun dari para pengusaha, pelajar, ataupun warga Taiwan lainnya yang tinggal di Rusia, jika kehidupan dan studi mereka telah terpengaruh secara serius. MOFA akan terus memerhatikan dengan cermat perubahan situasi di dalam dan di luar Rusia, mengambil tindakan yang tepat dan relevan, serta melaksanakan penanggulangan yang efektif, dan akan menjelaskannya kepada dunia luar pada waktu yang tepat.
Joanne Ou (歐江安) mengatakan, ”Terdapat rumor di internet yang mengatakan jika Kantor Perwakilan Taiwan di Rusia telah ditutup, ini adalah berita hoaks, saat ini Kantor Perwakilan Taiwan di Rusia masih beroperasi secara normal. Semua Kantor Perwakilan Taiwan di luar negeri memiliki rencana tanggap darurat yang disesuaikan dengan kondisi setempat. Oleh karena itu, jika keadaan darurat terjadi karena bencana alam atau karena ulah manusia di negara tuan rumah atau negara di bawah yurisdiksinya, kantor perwakilan terkait dapat segera mengaktifkan rencana tanggap darurat tersebut, guna memberikan bantuan yang diperlukan oleh masyarakat Taiwan, dan menjamin keselamatan mereka di luar negeri.
Rusia pada beberapa hari yang lalu mengumumkan daftar nama negara tidak bersahabat dan Taiwan termasuk di dalamnya, Joanne Ou (歐江安) menuturkan, menurut peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah Rusia, apabila pemerintah Rusia dan masyarakatnya melakukan pembayaran kepada kreditur dari 48 negara, maka mereka harus membayar dalam mata uang rubel dan melaporkannya terlebih dahulu kepada pemerintah Rusia yang terkait untuk persetujuan. Tujuan utama dari tindakan Rusia ini adalah untuk menghindari sanksi keuangan internasional dan mencoba untuk menjamin stabilitas keuangan domestiknya, bukanlah aksi balasan karena sanksi tersebut.