(Taiwan, ROC) – Ukraina menggunakan rudal stinger dan rudal anti-tank portabel guna mengantisipasi serangan dari militer Rusia. Legislator Wang Ting-yu (王定宇) di hadapan Komite Urusan Luar Negeri Yuan Legislatif dan Dewan Pertahanan Nasional (MND) mengajukan proposal sementara, menyarankan untuk melakukan penambahan subjek pelatihan senjata pertahanan udara dalam pelatihan ulang wajib militer (wamil).
Menteri Pertahanan, Chiu Kuo-cheng (邱國正) dalam sebuah wawancara saat sebelum menghadiri rapat Yuan Legislatif pada hari ini (11/3) menyampaikan, asalkan berada di dalam subjek, maka tidak perlu menunggu pelatihan ulang wamil, dapat dimasukkan saat pelatihan militer baru. Semua yang berhubungan operasi pertahanan, serta pelatihan akan senjata yang kita miliki ada pelatihan wajib, hanya saja terbagi dalam level yang berbeda.
Chiu Kuo-cheng (邱國正) mengatakan, ” Tidak hanya senjata anti-pesawat, tetapi juga pelatihan ulang untuk spesialisasi primer atau menengah. Selama itu termasuk dalam subjek, tidak perlu menunggu panggilan. Salah satu subjek juga dapat ditambahkan ke dalam pelatihan baru kami. Semua yang berkaitan dengan operasi pertahanan serta senjata dan peralatan yang kita miliki, semuanya perlu melakukan pelatihan wajib.”
Adapun bagaimanakah pelaksanaan bagi mereka yang sudah dibebaskan dari wamil namun bersedia untuk mengikuti pelatihan? Chiu Kuo-cheng (邱國正) menuturkan, apabila mereka bersedia untuk kembali, Kementerian Pertahanan pasti akan menyambutnya, namun tidak akan melakukan pengaturan apapun. Dirinya juga menegaskan, ada banyak metode untuk menyelamatkan dan mengabdi pada negara, ada pasukan tempur dan pasukan pendukung. Bahkan jika Anda tidak bergabung dengan tentara nasional, dapat membantu memberikan dukungan juga merupakan sebuah tindakan patriotik.