History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

“Pelatihan Ulang Wamil Terberat”, Menteri MND: Bermanfaat bagi Taiwan

  • 08 March, 2022
  • 尤繼富
“Pelatihan Ulang Wamil Terberat”, Menteri MND: Bermanfaat bagi Taiwan
“Pelatihan Ulang Wamil Terberat”, Menteri MND: Bermanfaat bagi Taiwan

(Taiwan, ROC) --- Semenjak tanggal 5 Maret 2022 kemarin, pria-pria muda Taiwan mulai kembali ke pos tentara nasional untuk mengikuti pelatihan ulang wajib militer, bahkan pihak luar menyebutnya sebagai masa-masa pelatihan militer terberat yang pernah dilakukan. Hari ini, otoritas berwenang akan menggelar pelatihan militer selama tiga hari dengan target 20 kilometer.

Menteri Pertahanan Nasional (MND) - Chiu Kuo-cheng (邱國正) menekankan, pelatihan operasi pertahanan Taiwan kali ini akan berfokus bahwa “seluruh kawasan berkemungkinan menjadi medan perang”. Dengan demikian, akan membiasakan para tentara cadangan untuk bersiaga di lingkungan wilayah pertahanan mereka.

Pelatihan ulang wajib militer selama 14 hari oleh tentara nasional dilaksanakan perdana di Gunung Dagu yang terletak di Luzhu, Taoyuan. Kementerian Pertahanan Nasional (MND) menyampaikan, bahwa pelatihan kali ini akan menyertakan kurikulum seperti penggunaan senapan manual (tangan) dan otomatis (mesin), serta operasi militer pada malam hari dan bagaimana berkemah di alam bebas.

Pihak luar kini menaruh perhatian yang mendalam terhadap tujuan dari operasi pelatihan militer selama 3 hari dengan target 20 kilometer yang dimulai semenjak hari ini (8/3).

Menteri MND - Chiu Kuo-cheng menyampaikan bahwa pelatihan operasi pertahanan Taiwan kali ini akan berfokus bahwa “seluruh kawasan berkemungkinan menjadi medan perang”. Dengan demikian, seluruh daftar pelatihan akan dikhususkan pada area tanggung jawab tempur, sehingga tentara cadangan terbiasa dengan lingkungan medan perang. Chiu Kuo-cheng menambahkan, metode pengajaran ini akan terus diimplementasikan dalam pelatihan wamil ulang pada masa mendatang.

Chiu Kuo-cheng mengatakan, “Ini hanyalah karakteristik dari operasi pertahanan militer di Taiwan dan jangan disalahartikan sebagai slogan kami. Mengapa kita menerapkan metode ini dalam pelatihan ulang wamil? Karena wilayah tanggung jawab divisi operasional dari personil brigade ada di kawasan ini, sehingga mutlak untuk perlu memahami lingkungan yang ada. Kita semua akan mengadopsi metode ini pada masa mendatang.”

Chiu Kuo-cheng menekankan, semua pemilihan kali ini dilakukan berdasarkan komputerisasi. Jika ada warga yang menolak untuk kembali menjalankan wamil, maka diminta untuk memperlihatkan bukti yang relevan, pihak yang berwenang akan segera menangani. Chiu Kuo-cheng melanjutkan, hingga saat ini belum ada satu warga pun yang mengajukan penolakan.

Kebijakan untuk memanggil ulang para warga mengikuti wamil ini mendapat kritikan dari banyak pihak. Chiu Kuo-cheng menekankan, meski tidak tega melihat para kerabat mengucapkan selamat tinggal kepada sanak saudara mereka, tetapi kewajiban ini tetap harus dilaksanakan. “Kami melakukannya untuk kebaikan negara ini,” lanjut Chiu Kuo-cheng.

Komentar

Terbarumore