(Taiwan, ROC) - Seiring meredanya pandemi COVID-19 domestik, Taiwan mulai hari Senin, 7 Maret, memberlakukan pelonggaran karantina kedatangan bagi pelaku perjalanan dari luar negeri, di mana durasi isolasi akan dikurangi dari 14 hari menjadi 10 hari.
Perdana Menteri Su Tseng-chang (蘇貞昌) menegaskan, di bawah kepemimpinan Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) dan kerja sama masyarakat, pencegahan pandemi di Taiwan telah meraih pujian internasional, dan diadopsinya pelonggaran diharapkan bisa selanjutnya memfasilitasi kemudahan kehidupan.
Saat menghadiri upacara peluncuran kapal pertama untuk Program Penggantian Kapal Patroli Pabean pada hari Senin, Su mengingatkan warga untuk tetap disiplin dalam menaati protokol kesehatan masa pandemi, antara lain mengenakan masker, rajin mencuci tangan dan menjaga jarak sosial, namun juga harus secepatnya vaksinasi untuk meningkatkan kekebalan terhadap virus.
Su mengutip hasil riset yang menemukan bahwa risiko orang yang telah divaksinasi adalah 10 kali lebih rendah daripada yang belum divaksinasi, dan mencontohkan situasi di Hong Kong, di mana dalam lonjakan kasus belakangan ini, yang paling terdampak dan paling banyak meninggal adalah kalangan lansia yang tidak divaksinasi.
Su Tseng-chang mengatakan, “Mari kita lihat Hong Kong dan pikirkan tentang diri kita sendiri. Baik satu, dua atau tiga dosis, pasti akan memperkuat perlindungan, maka datanglah untuk divaksin, terutama kaum lansia. Anggota keluarga harus mendorong yang berusia lanjut untuk vaksinasi, agar dapat aman setelah pelonggaran.”
Perdana Menteri juga mengingatkan, setelah durasi karantina diperpendek, warga lebih-lebih harus menaati pengendalian kesehatan mandiri pasca isolasi, kalau tidak akan dikenakan sanksi atau denda yang berat.