(Taiwan, ROC) --- Pemerintah Republik Tiongkok mengutuk keras keputusan Rusia menginvasi wilayah Ukraina, yang mana hal tersebut juga telah melanggar Piagam PBB. Guna mendesak untuk menghentikan agresi militer dan memilih jalan perdamaian, maka otoritas Taiwan mengumumkan untuk turut serta dalam pemberian sanksi ekonomi internasional terhadap Rusia.
Pada tanggal 3 Maret 2022, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri MOFA – Joanne Ou (歐江安) menyampaikan, otoritas Taiwan telah mengungkapkan posisi mereka kepada pihak Rusia. Menilik kebiasaan dalam praktik diplomasi, maka rincian dari hal tersebut tidak dapat diungkapkan ke publik
Joanne Ou mengatakan, “Rincian negosiasi, serta perihal kapan dan bagaimana komunikasi ini dilangsungkan telah dilakukan berdasarkan pedoman dalam praktik diplomasi. Kami tidak akan mengungkapkan secara mendetail ke hadapan publik. Namun, dapat kami jelaskan bahwa Taiwan telah menyatakan posisinya kepada pihak Rusia, yang mana kami mengutuk keras segala tindakan kekerasan, serta turut serta dalam pemberian sanksi ekonomi dari dunia internasional.”
Di samping itu, Ukraina juga telah membentuk tentara internasional dan tersiar kabar bahwa Taiwan bersedia untuk memberikan kontribusinya. Menanggapi hal tersebut, Joanne Ou menyampaikan, MOFA telah berulang kali meminta kepada seluruh warganya untuk segera meninggalkan Ukraina atau setidaknya mengungsi ke wilayah barat, guna terhindar dari aksi peperangan di sana.
Menanggapi adanya warga Taiwan yang ingin bergabung dalam barisan tentara internasional, MOFA menyatakan bahwa pihaknya dapat memahami kondisi tersebut.