(Taiwan, ROC) --- Rangkaian perjalanan pejabat senior Amerika Serikat yang diutus oleh Presiden Joe Biden telah berakhir. Para rombongan diberitakan meninggalkan Taiwan dengan menumpangi pesawat terbang pada Rabu malam kemarin (2/3).
Kementerian Luar Negeri – MOFA menyampaikan, hubungan Taiwan dengan AS terjalin sangat akrab. Taiwan akan senantiasa bekerja sama dengan pemerintahan Joe Biden untuk memperdalam hubungan kedua negara di sektor perekonomian, keamanan dan perdagangan.
Pada tanggal 2 Maret 2022, MOFA menyampaikan, kunjungan delegasi AS kali ini telah memberikan manfaat maksimal. Beberapa agenda juga sukses dilangsungkan, meliputi pertemuan dengan Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文), Wakil Presiden William Lai (賴清德), Perdana Menteri Su Tseng-chang (蘇貞昌) dan Menteri Pertahanan Nasional MND - Chiu Kuo-cheng (邱國正). Di samping itu, anggota delegasi juga menerima undangan makan siang dari Menteri MOFA – Joseph Wu (吳釗燮) dan perjamuan makan malam bersama dengan Presiden Tsai Ing-wen.
Dalam pertemuan tersebut, petinggi kedua negara saling bertukar pandangan perihal beberapa isu utama, salah satunya adalah kerja sama di sektor pertahanan antara Taiwan dengan AS.
Saat bertemu dengan Presiden Tsai Ing-wen, Michael Glenn Mullen menyampaikan, saat ini adalah periode tersulit dalam sejarah. Melalui rombongan yang diutus kali ini, Presiden Joe Biden ingin menyampaikan bahwa pemerintah AS mendukung jalinan kemitraan penting antara kedua negara. Dukungan yang diberikan oleh AS kepada Taiwan akan terus bertumbuh.
Menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan tidak hanya memberikan dampak positif bagi kepentingan AS, tetapi juga berpengaruh besar bagi perkembangan situasi dunia internasional.
AS berharap dapat meyakinkan warga Taiwan dan menyampaikan kepada pihak sekutu beserta para mitra bahwa otoritas Gedung Putih senantiasa akan memenuhi komitmennya.
Dalam perjamuan makan siang yang digelar MOFA, Menteri Joseph Wu menyampaikan, di saat perhatian dunia tengah terfokus pada situasi di Ukraina, Michael Glenn Mullen memimpin delegasi untuk berkunjung ke Taiwan, serta menyampaikan pesan bahwa AS dengan tegas mendukung Taiwan.
Menteri MOFA menyampaikan rasa terima kasih kepada AS dan negara-negara sehaluan karena telah memberikan penegasan akan pentingnya perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan dalam beberapa kesempatan terbuka, terutama dalam kurun satu tahun belakangan.
Sebagai mitra terpercaya AS, maka Taiwan bersedia memperdalam kerja sama dengan negara-negara sehaluan untuk memberikan kontribusi maksimal bagi perdamaian, stabilitas serta kemakmuran di kawasan regional dan global.
MOFA menambahkan, semenjak menarik pasukannya dari Afhanistan hingga situasi peperangan yang melanda Ukraina, masih ada beberapa pihak yang sengaja menyebarkan informasi palsu atau membuat teori konspirasi, dengan harapan dapat membuyarkan sentimen publik.
MOFA sekali lagi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintahan Presiden Joe Biden yang telah mengirim delegasi seniornya ke Taiwan, guna memperlihatkan dukungan otoritas setempat.
MOFA menuturkan, di tengah eratnya hubungan persahabatan kedua negara, Taiwan akan terus menggalang kerja sama dengan pemerintahan Joe Biden, dengan harapan dapat memperdalam jalinan pertukaran di sektor keamanan, ekonomi dan perdagangan.
Selain itu, Taiwan akan senantiasa menjalin kerja sama dengan negara-negara sehaluan, untuk mempromosikan perdamaian serta stabilitas di Selat Taiwan dan kawasan Indo-Pasifik.