(Taiwan, ROC) – Saat ini di seluruh Taiwan terdapat lebih dari 91.000 mobil taksi, hampir separuhnya memiliki asuransi kendaraan untuk pertanggungan keselamatan penumpang. Anggota kaukus parpol Demokrat Progresif, Zhang Liau Wan-jien dan Wu She-yau, pada hari Rabu tanggal 23 Februari lalu, bersama Asosiasi Pengemudi Taksi mengimbau agar parpol berkuasa dan oposisi mendukung revisi “Hukum jalan raya”, mewajibkan agar semua taksi memiliki asuransi berkendaraan pertanggungan keselamatan penumpang dan menetapkan periode panduan agar menjamin kedua belah pihak yakni pengemudi dan penumpang.
Anggota parpol DPP Zhang Liau Wan-jien dan Wu She-yau pada hari Rabu tanggal 23 Februari lalu, menggelar pers konferensi mengenai “Kendala asuransi pertanggungan keselamatan penumpang taksi merugikan supir dan penumpang”, Zhang Liau Wan-jian mengemukakan, sebelumnya pada akhir tahun 2016, temannya naik taksi dan mengalami kecelakaan lalu lintas parah, maka pihaknya mengusulkan revisi “Hukum jalan raya”, akan tetapi revisi ini masih terhambat pada sidang pembacaan ke-2 dan peninjauan diperpanjang lebih dari 5 tahun.
Zhang mengemukakan, pendataan tahun 2019, taksi yang ada di seluruh Taiwan mencapai 49,6% ikut serta dalam asosiasi taksi, ini menunjukkan lebih dari separuh tidak termasuk dalam asosiasi taksi. Sementara Kementerian Perhubungan meminta agar asosiasi kendaraan angkutan penumpang wajib memiliki asuransi pertanggungan keselamatan penumpang di atas NT$ 1,5 juta , dengan biaya premi asuransi per bulan lebih dari NT$ 1.200,- akan tetapi masih ada pengemudi taksi yang tidak memiliki asuransi ini.
Ketua Pelaksana Serikat Supir Taksi Nasional Kota Taipei, Jiang Hsin-han mengatakan, sebagian besar supir wiraswasta mengupgrade kualitas pelayanan bersedia membeli asuransi pertanggungan keselamatan penumpang, tetapi karena mereka tidak bersedia bergabung dalam serikat supir taksi malah ditolak oleh perusahaan asuransi, maka cara lainnya adalah membeli asuransi berkendaraan dengan perluasan jaminan keselamatan penumpang, tetapi pertanggungan NT$ 1 juta per orang dengan biaya premi per bulan lebih dari NT$ 1.200,-
Jiang Hsin-han mengatakan, “Berkaitan dengan keiikutsertaan dalam serikat pengemudi taksi, ada sebagian besar supir tidak bersedia, mereka lebih memilih wiraswasta, berkaitan dengan masalah asuransi, jika mereka membeli asuransi sendiri, setiap bulan setidaknya mengeluarkan biaya di atas NT1.200,- dengan pertanggungan kurang lebih hanya NT$ 1 juta, maka selisih biaya dan pertanggungan asuransi dari serikat cukup besar.”
Anggota legislator Wu Shih-yau mengatakan, implementasi hukum yang berjalan saat ini ada cakupan untuk transportasi darat, laut dan udara yang mewajibkan asuransi pertanggungan keselamatan penumpang, akan tetapi untuk taksi wiraswasta memiliki standar yang berbeda, sehingga belum begitu menjamin penumpang. Revisi hukum jalan raya pasal 65 hampir mendekati diloloskan, maka mengimbau agar semua parpol berkuasa dan oposisi mendukung agar revisi ini diprioritaskan untuk ditinjau dan diloloskan pada sidang pembacaan ketiga.
Spesialis Ditjen Jalan Raya Kemenhub, Wang Chi-chou mengatakan, berkaitan dengan revisi hukum ini sangat didukung oleh Kemenbuh, mengenai biaya asuransi, setelah revisi hukum ini diloloskan maka Kemenhub akan mengupayakan untuk bernegosiasi dengan perusahaan asuransi, agar dapat mengurangi beban tanggungan untuk supir taksi wiraswasta.