(Taiwan, ROC) – Rusia menginvasi Ukraina pada tanggal 24 Februari, Amerika Serikat dan Uni Eropa mengumumkan akan menjatuhkan sanksi ekonomi pada Rusia. Menteri Ekonomi Taiwan Wang Mei-hua hari Jumat (25/2) menyampaikan, sekarang ini Taiwan memiliki “hukum perdagangan” yang menerapkan pemeriksaan ketat terkait ekspor, setelah penyesuaian peraturan sanksi dan hal terkait lainnya dengan negara-negara lainnya, dan penerapan pelaksanaan diyakini dalam waktu dekat juga akan melakukan tindakan yang serupa.
Menteri Ekonomi Wang Mei-hua dalam rapat interpelasi di Yuan Legislatif pada tanggal 25 Februari 2022 menyampaikan, Rusia memasuki Ukraina dengan kekuatan senjata, hal ini tidak dapat diterima oleh dunia internasional, tindakan invasi Rusia ini telah melukai kedaulatan merdeka. Wang Mei-hua menegaskan, saat ini sudah ada peraturan yang dapat dengan ketat melakukan pemeriksaan ekspor, bahkan akan memberikan sanksi dan berkoordinasi melakukan penyesuaian dengan sekutu.
Wang Mei-hua menyampaikan, “Untuk bagian ini, dalam ‘hukum perdagangan’ kami sekarang ini dapat berdasarkan peraturan dari ‘Wassenaar Arrangement’ untuk melakukan pemeriksaan ketat terhadap ekspor. Mengenai sanksi lainnya kami akan melakukan penyesuaian bersama dengan negara-negara sahabat sekutu.”
Saat ini seperti Amerika Serikat, Inggris, Uni Eropa, Jerman, Jepang, Kanada dan lainnya sudah berturut-turut menunjukkan sikap memberikan sanksi kepada Rusia, bahkan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengumumkan akan menghentikan pemberian visa, membekukan harta kekayaan dan melarang keluar atau masuk Jepang kepada orang-orang terkait, selain itu juga melarang penjualan obligasi Rusia di Jepang. Ketika media menanyakan Wang Mei-hua apakah juga akan melakukan tindakan seperti Jepang? Apakah Taiwan memiliki kemampuan untuk bertindak demikian? Wang Mei-hua merespons, Komite Kerja Sama Internasional akan melakukan penyesuaian dengan negara-negara sekutu terkait, dan akan memberikan penjelasan publik apabila ada yang harus disampaikan.