(Taiwan, ROC) --- Serangan militer Rusia ke Ukraina pada Kamis kemarin (24/2) telah menarik perhatian dunia internasional. Beberapa pakar menganalisis bahwa situasi Rusia – Ukraina saat ini mungkin berdampak pada Selat Taiwan.
Menanggapi analisis dari para pakar, Menteri Pertahanan Nasional (MND) - Chiu Kuo-cheng (邱國正) saat ditemui hari ini (25/2) menyampaikan bahwa pihak MND telah membentuk satuan tugas untuk mengumpulkan pendapat para ahli, guna mengambil referensi terhadap situasi dunia yang berkembang saat ini.
Namun demikian, personil tentara nasional harus tetap memperhatikan segala dinamika yang terjadi di Selat Taiwan, serta mengimplementasikan langkah pencegahan yang relevan.
Saat hadir dalam sidang interpelasi yang digelar di Yuan Legislatif pada Jumat hari ini (25/2), Menteri MND membenarkan bahwa situasi Rusia dan Ukraina telah menyedot perhatian global. Beliau pun menambahkan akan mendengarkan pendapat dari berbagai kalangan, tetapi pihaknya menolak untuk bergabung dan membahasnya.
Tentara Nasional memiliki poros utamanya sendiri, serta yang terpenting saat ini adalah memastikan bahwa tidak ada pihak lain yang terlibat dalam perseteruan Rusia dengan Ukraina.
Chiu Kuo-cheng mengatakan, “Apa yang terjadi di luar sana, dapat dijadikan sebagai bahan referensi. Potensi dari para pakar akan dimanfaatkan untuk mengembangkan kekuatan pribadi. Hal tersebut akan dijadikan sebagai bahan rujukan oleh Tentara Nasional. Kita harus lebih memperhatikan apakah ada kekuatan dari pihak luar yang terlibat. Ini adalah langkah pencegahan yang harus kita terapkan dengan ketat.”
Topik “hari ini Ukraina, besok Taiwan” menjadi perdebatan hangat di media sosial.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Chiu Kuo-cheng menekankan, kondisi Taiwan dengan Ukraina tentu tidak sama, tidaklah layak jika menyamaratakan lingkungan geografis antara kedua negara.
Beliau merasa, melalui peristiwa yang terjadi di Ukraina saat ini, Taiwan seharusnya menjadikannya sebagai bahan rujukan untuk menyimpulkan bahwa “negara ini hanya dapat dilindungi oleh masyarakatnya sendiri”.
Kepala Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC) – Chiu Tai-san (邱太三) menyampaikan, seluruh instansi kementerian dan unit pemerintah saat ini tengah memantau dengan cermat situasi yang berkembang di timur Ukraina. Di samping itu, Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) dan Perdana Menteri Su Tseng-chang (蘇貞昌) juga sudah memberikan instruksi mereka untuk melakukan persiapan yang relevan.
Chiu Tai-san melanjutkan bahwa otoritas pemerintahan Ukraina telah diserang oleh kaum peretas dunia maya akhir-akhir ini. Ia pun menyarankan bahwa Taiwan sudah seharusnya untuk memperhatikan hal-hal tersebut, serta mengamati perkembangan yang akan terjadi di Selat Taiwan.