History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Hari Ini Ukraina, Besok Taiwan? PM Su: Jengkel dengan Perang Kognitif Kekuatan Asing

  • 25 February, 2022
  • 陳柏萇
Hari Ini Ukraina, Besok Taiwan? PM Su: Jengkel dengan Perang Kognitif Kekuatan Asing
Hari Ini Ukraina, Besok Taiwan? PM Su: Jengkel dengan Perang Kognitif Kekuatan Asing

 (Taiwan, ROC) – Rusia saat ini tengah melakukan aksi militer dalam skala penuh terhadap Ukraina, baru-baru ini ada juga rumor yang bertuliskan “Hari ini Ukraina, Besok Taiwan” tersebar luas di internet, dan kondisi Selat Taiwan menimbulkan banyak perhatian dunia luar. Perdana Menteri, Su Tseng-chang (蘇貞昌) pada hari ini (25/2) mengemukakan, Rusia telah merusak perdamaian dengan melakukan invasi terhadap Ukraina, seluruh dunia mengutuk keras tindakan tersebut, dan Taiwan beserta negara-negara demokratis lainnya secara bersamaan juga akan menjatuhkan sanksi. PM Su menegaskan, situasi Taiwan dan Ukraina sangatlah bebeda, tetapi dirinya merasa jengkel akan adanya beberapa kekuatan asing yang dengan sengaja mengoperasikan perang kognitif, bahkan ada beberapa orang yang sependapat dengan mereka, Pemerintah pasti akan menjaga keamanan kedaulatan negara.

Presiden Rusia, Vladimir Putin mengumumkan operasi militer khusus terhadap Ukraina pada tanggal 24 Februari kemarin, dalam dunia maya pun tersebar luas akan informasi yang bertuliskan, “Hari ini Ukraina, Besok Taiwan”, dan ini semua dicurigai merupakan sebuah tindakan “perang kognitif”.

Perdana Menteri, Su Tseng-chang (蘇貞昌) dalam sebuah wawancara saat sebelum menghadiri pertemuan di Yuan Legislatif mengemukakan, Rusia telah merusak perdamaian dengan melakukan invasi terhadap Ukraina, seluruh dunia mengutuk keras tindakan tersebut, Pemerintah juga sangat mengutuk agresi tersebut, dan secara bersamaan akan menjatuhkan sanksi.

PM Su menekankan, situasi Taiwan dengan Ukraina sangatlah berbeda, Taiwan tidak hanya menempati posisi penting dalam rantai industri dunia, tetapi juga terlepas dari lingkungan geografis, politik, serta solidaritas dan upaya seluruh lapisan masyarakat Taiwan, pemerintah akan melindungi keselamatan seluruh rakyat, tetapi ada orang-orang di dalam negeri yang setuju dengan perang kognitif pasukan asing. PM Su mengatakan, “Kami merasa sangat jengkel terhadap adanya beberapa kekuatan asing yang dengan sengaja mengoperasikan perang kognitif, bahkan ada beberapa orang yang sependapat. Kami pasti akan melindungi kedaulatan dan keamanan negara, serta pasti akan mematuhi kedaulatan negara dan melindungi keselamatan rakyat selaras dengan negara demokrasi dunia.”

Komentar

Terbarumore