History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kandidat Presiden Partai PCF Prancis Mengubah Pernyataan Terhadap Isu Taiwan

  • 22 February, 2022
  • 尤繼富
Kandidat Presiden Partai PCF Prancis Mengubah Pernyataan Terhadap Isu Taiwan
Kandidat Presiden Partai PCF Prancis Mengubah Pernyataan Terhadap Isu Taiwan

(Taiwan, ROC) --- Kandidat presiden dari Partai Komunis Prancis (PCF) saat ditanya perihal Taiwan pada Senin malam (21/2) mengubah pernyataannya, yang sebelumnya ia sempat sampaikan bahwa Taiwan adalah milik RRT. Ia menuturkan bahwa Prancis akan terus mematuhi Kebijakan Satu Tiongkok dan mencegah RRT melakukan tindakan tekanan atau ancaman kepada Taiwan.

Sebelumnya pada tanggal 14 Februari 2022, kandidat presiden Prancis dari Partai PCF - Fabien Rousse dalam sebuah wawancara C dans l'air di stasiun televisi France 5 melontarkan pernyataan bahwa Taiwan adalah bagian dari RRT.

Lontaran tersebut ternyata mendatangkan kritikan dari berbagai lapisan masyarakat. Ia pun mengubah kembali pernyataan tersebut dalam sebuah wawancara di stasiun televisi BFM TV 21 pada tanggal 21 Februari 2022.

Pembawa acara bertanya, “Saya ingin menanyakan pertanyaan sederhana, bertindak sebagai Presiden Prancis, apakah Anda akan membela Taiwan dari serangan yang dilancarkan RRT?”

Fabien Rousse menjawab, “Saya akan mempertahankan kebijakan Prancis semenjak mantan Presiden Charles de Gaulle menjabat, yang mana hal tersebut juga dipatuhi oleh seluruh presiden-presiden sebelumnya. Sama seperti PBB dan Uni Eropa, kami mengakui Kebijakan Satu Tiongkok.”

Selanjutnya ia pun mengubah topik pembicaraan dan berkata, “Kami tentu saja akan sangat hati-hati saat berhadapan dengan RRT. Jangan sampai mereka menyerang pulau ini yang memiliki kedaulatannya sendiri.”

Lontaran kandidat Presiden Fabien Roussel yang menyampaikan bahwa Taiwan adalah bagian dari RRT mendatangkan protes dari berbagai lapisan masyarakat di Prancis. Banyak jurnalis dan cendekiawan setempat yang mengkritik Fabien Roussel, yang dianggap tidak memiliki pengetahuan akan politik internasional, serta hanya mengulang topik perihal RRT, Taiwan dan Hong Kong.

Kali ini, ia pun diundang lagi dalam sebuah acara debat politik dan diminta untuk kembali memberikan pernyataan. Ucapan Fabien Roussel terdengar berbeda, serta dinilai memiliki makna mendalam di balik revisi yang ia nyatakan.

Kepada media Central News Agency (CNA), Kepala Perwakilan ROC di Prancis - Wu Chih-chung (吳志中) menyampaikan, kandidat Presiden Fabien Roussel terdengar mengubah nada suaranya karena adanya tekanan dari banyak pihak. Hal ini memperlihatkan bahwa semua kalangan di Prancis meragukan pernyataan dirinya, yang mana dinilai telah bertentangan dengan persepsi yang berkembang saat ini.

Wu Chih-chung menambahkan, hal ini juga mencerminkan bahwa suara masyarakat Prancis terhadap kondisi Taiwan telah berubah.

Wu Chih-chung mengungkapkan, setelah Fabien Roussel menyampaikan bahwa Taiwan adalah bagian dari RRT pada tanggal 14 Februari 2022 kemarin, maka pihak Kantor Perwakilan ROC di Prancis pun segera mengirimkan surat kepada Fabien Roussel.

Dalam surat tersebut tertulis bahwa RRT tidak pernah memerintah Taiwan, sebaliknya Taiwan memiliki pemerintahan sendiri. Kantor Perwakilan ROC di Prancis juga menambahkan, Taiwan memiliki sejarahnya sendiri, dan hal ini menjadi bukti bahwa Taiwan berbeda dengan RRT.

Di samping itu, isu Taiwan sering kali mewarnai acara debat politik di stasiun televisi setempat, yang mana ini memperlihatkan bahwa peran Taiwan sangat-lah penting di mata dunia internasional.

Wu Chih-chung menambahkan, hal ini memperlihatkan bahwa berbagai lapisan masyarakat di Prancis kian mementingkan isu Taiwan .

Prancis akan mengadakan pemilihan presiden putaran pertama pada tanggal 10 April 2022 dan putaran kedua pada tanggal 24 April 2022.

Komentar

Terbarumore