(Taiwan, ROC) – Sebelum perayaan tahun baru imlek hingga saat ini kelangkaan telur ayam masih belum berkurang, Dewan Pertanian (COA) pun akan mulai mengimpor telur ayam dari Jepang guna mengatasi masalah kelangkaan telur tersebut. Dikarenakan Jepang merupakan daerah epidemi flu burung, dunia luar pun mulai ragu untuk mengimpor telur ayam dari Jepang. Perdana Menteri, Su Tseng-chang (蘇貞昌) dalam sebuah wawancara saat menghadiri upacara pembukaan jalur Miao 30 pada hari ini (18/2) mengemukakan, pemerintah tidak akan mengimpor telur ayam dari daerah yang terkena dampak, lagipula pemerintah sangat menjunjung tinggi keamanan pangan, telur ayam yang diimpor wajib melampirkan sertifikat inspeksi dan akan melakukan pemeriksaan pada setiap gelombang pengiriman.
Su Tseng-chang (蘇貞昌) mengatakan, ”Kami tidak akan mengimpor telur dari tempat-tempat yang terkena dampak (flu burung). Kami sangat mementingkan keamanan pangan, dan inspeksi Jepang juga sangat ketat. Telur yang diimpor tidak hanya harus disertai dengan sertifikat inspeksi, tetapi secara bersamaan juga akan melakukan pemeriksaan pada setiap gelombang pengiriman, mohon masyarakat tetap tenang.”
Menurut laporan yang diumumkan oleh Direktorat Jenderal Anggaran, Akuntansi dan Statistik (DGBAS), karena faktor inflasi, upah riil Taiwan mengalami pertumbuhan negatif untuk pertama kalinya dalam lima tahun terakhir. Menanggapi hal tersebut PM Su menuturkan, karena dampak epidemi, pasokan dan transportasi bahan baku di seluruh dunia bermasalah, dan mengakibatkan fluktuasi harga. Di satu sisi, pemerintah akan memperjuangkan perekonomian, meningkatkan kesejahteraan, dan mengurangi beban rakyat, di sisi lain juga akan mengawasi harga.
Taiwan mengajukan permohonan untuk bergabung dalam CPTPP (Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik), dan dunia luar sangat memerhatikan hal ini. PM Su menyampaikan, mantan Perdana Menteri Jepang, Abe Shinzo mengatakan jika Taiwan yang membuka pintu impor produk pangan Fukushima telah melewati hambatan besar untuk bergabung dalam CPTPP, namun ini baru permulaan saja, masih banyak hambatan yang harus diatasi di masa depan, dan saya harap agar seluruh lapisan masyarakat dapat bekerja sama dalam solidaritas.