(Taiwan, ROC) – Dalam daftar Notorious Markets (pasar jahat/pasar perdagangan barang palsu) 2021 dari Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat (USTR), DYTT8 (電影天堂) masih terdaftar pada tahun ini namun tidak tercantum didirikan di Taiwan. Shopee, Taobao, Pinduoduo, dan platform Republik Rakyat Tiongkok (RRT) lainnya masih tertera dalam daftar tahun ini, serta ekosistem e-commerce AliExpress dan WeChat juga turut tertera.
USTR mengumumkan laporan daftar Notorious Markets 2021 pada 17 Februari kemarin, dalam laporan tersebut menyebutkan sebanyak 42 situs web virtual dan 35 pasar fisik di 18 negara, termasuk Negeri Panda, India, Malaysia, dan Vietnam.
USTR Katherine Tai mengemukakan, perdagangan barang palsu dan bajakan global melemahkan inovasi dan kreativitas AS yang kritis dan merugikan pekerja AS. Perdagangan ilegal seperti ini juga meningkatkan praktik perburuhan eksploitatif yang terlibat dalam pembuatan barang palsu, serta dapat menimbulkan risiko signifikan terhadap kesehatan dan keselamatan konsumen serta pekerja di seluruh dunia.
DYTT8 (電影天堂), yang namanya telah tertera dan tercantum didirikan di Taiwan selama bertahun-tahun, kembali masuk pada daftar nama tahun ini, namun dalam laporan tersebut tidak lagi menyebutkan jika situs web tersebut didirikan di Taiwan, hanya saja mengatakan jika “DYTT8” adalah salah satu situs bajakan bahasa non-Inggris paling populer di dunia, yang menyediakan film, acara TV, musik, dan perangkat lunak yang tidak sah, secara serius mengancam penyedia konten yang sah di dalam dan di luar Negeri Tirai Bambu.
RRT masih merupakan penyumbang terbesar dalam daftar Notorious Markets. Menurut laporan, RRT adalah negara dengan jumlah barang palsu dan kerja paksa terbesar yang disita oleh Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP) AS. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan kontak industri juga telah melaporkan jika kondisi kerja di pabrik palsu di RRT sering kali tidak aman dan gagal memenuhi standar lingkungan, kesehatan dan keselamatan lokal ataupun internasional.
Shopee, Baidu, DHgate.com, Pinduoduo dan Taobao yang beberapa tahun terakhir masuk daftar hitam Notorious Markets, masih tercantum dalam daftar tahun ini. Aliexpress, bagian dari Alibaba Group, dan Ekosistem E-Commerce Wechat “Weixin” juga masuk dalam daftar tahun ini.
Ketika mengacu pada platform belanja Shopee yang didirikan Singapura, laporan tersebut menunjukkan jika selain Shopee Taiwan, jumlah barang palsu di semua platform Shopee yang melayani kawasan Asia Tenggara, Amerika Latin dan Eropa sangat mengejutkan.
Laporan tersebut menyatakan jika ekosistem e-commerce WeChat yang berbasis di RRT sangatlah mengkhawatirkan, karena platform tersebut diyakini sebagai salah satu platform barang palsu terbesar di Negeri Tirai Bambu dengan 1,2 miliar pengguna aktif pada tahun 2021, beroperasi dengan lancar di WeChat serta memfasilitasi distribusi dan penjualan barang palsu.
Dalam daftar hitam pasar fisik, laporan tersebut menunjukkan jika RRT masih merupakan sumber barang palsu terbesar di dunia. Barang-barang dari Negeri Panda, bersama dengan barang yang ditransfer dari RRT ke Hong Kong, menyumbang 83% dari total nilai barang palsu yang disita oleh CBP AS pada tahun 2020.