(Taiwan, ROC) Tahun ini Singapura menjabat Ketua Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP), pejabat Kementerian Industri Perdagangan pada hari Kamis ini (17/2) menyampaikan, besok (18/2) akan membuka rapat pertemuan pejabat senior CPTPP, membahas tugas pekerjaan terkait; Apakah akan membahas pengajuan keanggotaan Taiwan dan RRT masih melihat kondisi pertemuan besok.
Media lebih awal melaporkan, tahun lalu bulan September Taiwan mengajukan permohonan keikutsertaan dalam CPTPP, kemudian CPTPP pada hari Kamis ini (17/2) akan menggelar rapat komite pelaksana secara virtual yang akan membahas keiikutsertaan 3 negara anggota baru yakni Taiwan, RRT dan Ekuador. Akan tetapi Sekjen Kementerian Industri Perdagangan Singapura Lin Ming-liang(林明亮) pada hari ini dalam pertemuan dengan pers online merespons, besok akan mengadakan rapat pejabat senior CPTPP, bukan anggota komite pelaksana karena rapat komite untuk tahun ini agak diundur. Terkait apakah ada pembahasan tentang pengajuan keanggotaan untuk Taiwan, RRT, Ia menjawab masih melihat situasi rapat besok dan belum bisa memberikan jawaban saat ini.
Media mempertanyakan agenda pertemuan besok, Lin menjawab, yang utama adalah pembahasan tugas pekerjaan terkait CPTPP. Saat ini ada 11 negara anggota CPTPP mencakup Jepang, Kanada, Australia, Vietnam, Selandia Baru, Singapura, Meksiko, Peru, Brunei, Chili, dan Malaysia. Tahun ini, Singapura menjabat sebagai ketua CPTPP.
September tahun lalu, RRT dan Taiwan berturut-turut mengajukan permohonan keanggotaan CPTPP apakah tahun ini ada perkembangannya mendapat sorotan masyarakat. Pakar Jayant Menon dari ISEAS-Yusof Ishak Institute beranggapan, rapat komite pelaksana CPTPP pertama tahun ini ada kemungkinan akan membahas keanggotaan RRT dan Taiwan. Ia menganalisa, Taiwan saat ini memenuhi persyaratan yakni mencabut larangan impor produk makanan dari 5 kawasan rentan nuklir Fukushima, hal ini akan memperkuat penilaian persetujuan pihak Jepang terhadap keikutsertaan Taiwan dalam CPTPP.