(Taiwan, ROC) --- Krisis di perbatasan Rusia dengan Ukraina kian memanas. Menanggapi situasi yang berkembang saat ini, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri MOFA – Joanne Ou (歐江安) mengimbau kepada seluruh pihak untuk menghormati kedaulatan, kemerdekaan dan integritas wilayah Ukraina, serta mendesak negara-negara untuk mengedepankan prinsip perdamaian atau rasional dalam menyelesaikan setiap perselisihan.
Jika situasi terus memanas atau Ukraina membutuhkan bantuan kemanusiaan, maka Taiwan akan bekerja sama dengan komunitas internasional dan negara sahabat untuk mengirimkan bantuan relevan ke Ukraina.
Menanggapi kondisi warga Taiwan di Ukraina, Joanne Ou menyampaikan, saat ini ada 25 pelajar Taiwan yang berada di Ukraina, sedangkan 7 lainnya adalah pelancong. Kantor Perwakilan ROC di Rusia juga telah menelepon kepada warga ROC di Ukraina, guna memastikan kondisi keamanan mereka.
Joanne Ou mengatakan, “Beberapa warga Tionghoa Perantauan telah memutuskan untuk bersiap-siap dan meninggalkan Ukraina. Kementerian Pendidikan (MOE) juga telah memberikan pernyataan mereka perihal keberadaan pelajar kami di sana. Selebihnya, masih ada beberapa warga kami yang berada di sana, dan saat ini berada di kawasan barat Ukraina. Kondisi di sana sedikit lebih aman. Kami juga telah memberikan imbauan agar mereka segera meninggalkan kawasan Ukraina. Tentunya, kami akan menghormati keputusan mereka masing-masing. MOFA di lain pihak, akan memberikan bantuan yang diperlukan.”
Kementerian Pendidikan menyampaikan, Kantor Perwakilan ROC untuk Rusia telah mengeluarkan imbauan yang ditujukan ke 12 pelajar mereka. Kantor Perwakilan meminta agar mereka sesegera mungkin meninggalkan kawasan Ukraina atau setidaknya berlindung ke wilayah barat Ukraina.
Sebagian besar pelajar diketahui telah mengungsi dari Ibukota Kiev, dan menuju kawasan barat Ukraina atau Polandia. MOE menyampaikan, sebagian besar pelajar enggan meninggalkan Ukraina karena faktor belum menuntaskan program studi yang ada.
Di samping itu, Joanne Ou menuturkan, situasi yang terjadi di Ukraina saat ini berbeda dengan Taiwan, hal tersebut tidak dapat disamaratakan. Namun demikian, beberapa pihak dinilai akan menggunakan situasi ini untuk membuat analogi palsu dan menyebarkan informasi tidak benar. Oleh karena itu, masyarakat diingatkan untuk lebih mencermati pelaporan yang ada dan senantiasa mengikuti perkembangan berita yang dirilis oleh pemerintah.