(Taiwan, ROC) --- Setelah mengizinkan kebijakan untuk mengimpor daging babi ractopamine, otoritas Taiwan kembali mengumumkan untuk mencabut larangan impor terhadap produk pangan dari kawasan Fukushima, Jepang.
Ketua Perwakilan ROC untuk Amerika Serikat – Hsiao Bi-khim (蕭美琴) pada tanggal 14 Februari 2022 menyampaikan, otoritas Taiwan berhasil mempromosikan kebijakan yang selama ini menjadi perdebatan masyarakat, memperlihatkan bahwa Taiwan berkomitmen untuk memperdalam hubungan perdagangan dengan AS. Hsiao Bi-khim menambahkan, pihaknya berharap agar AS mendukung Taiwan disertakan dalam organisasi CPTPP dan BTA.
Pemerintah Presiden Tsai Ing-wen mengumumkan untuk membuka jalur impor daging babi ractopamine ke Taiwan pada tanggal 1 Januari 2022 lalu. Di samping itu, pernyataan untuk mencabut larangan mengimpor produk pangan Fukushima, Jepang kembali diumumkan pada tanggal 8 Februari 2022 pekan lalu.
Dalam sebuah acara virtual yang digelar oleh wadah pemikir Washington, Project 2049 Institute, Hsiao Bi-khim menyampaikan, guna mendiversifikasi jalur perdagangan luar negeri dan memperkuat ketahanan ekonomi, Taiwan telah menerapkan kebijakan yang sebelum dinilai sulit untuk direalisasikan. Hal ini menjadi bukti akan keseriusan Taiwan dalam memperkuat hubungan perdagangan dengan Negeri Paman Sam.
Hsiao Bi-khim menuturkan, Taiwan tentu berharap bahwa pencapaian di atas dapat membuka jalan bagi AS dan Taiwan untuk menandatangani Perjanjian Perdagangan Bilateral (BTA), serta kian membuka peluang Taiwan untuk bergabung dengan Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik ( CPTPP).
Menanggapi aksi menekan dari pihak RRT, Hsiao Bi-khim menyampaikan, otoritas Beijing diketahui telah mengirimkan 1000 pesawat militer mereka untuk terbang melintasi Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) Taiwan dalam kurun 1 tahun lalu. Yang mana angka ini adalah yang tertinggi dalam sejarah.
Hingga hari ini, tekanan dari RRT tidak pernah berhenti, diberitakan telah ada 160 pesawat militer yang kembali mengganggu ADIZ Taiwan pada sepanjang tahun 2022. Di samping itu, Beijing juga tidak pernah berhenti melakukan serangan siber. Pejabat Negeri Tirai Bambu juga mengeluarkan pernyataan ancaman akan melakukan serangan militer untuk menyatukan Taiwan.
Di samping itu, Hsiao Bi-khim menambahkan, Negeri Tirai Bambu senantiasa menggunakan langkah-langkah tidak terpuji untuk menghalangi partisipasi Taiwan dalam organisasi dunia, serta dengan sengaja menyalahgunakan Resolusi PBB 2758.
Meski didera banyak tantangan, tetapi Hsiao Bi-khim menyampaikan, “Kami tidak akan melancarkan aksi provokasi dan tidak akan menyerah terhadap ancaman di depan mata.”
Ia menuturkan, Taiwan akan terus memperkuat pertahanan nasionalnya, terutama dalam meningkatkan kekuatan tempur. Taiwan juga mengucapkan terima kasih atas niat AS untuk menjual alutsista mereka secara reguler ke Taiwan.
Taiwan akan senantiasa mempertahankan kehidupan bermasyarakat yang bebas dan demokratis, yang mana ini merupakan hasil jerih payah yang sudah dibangun selama ini.
Hsiao Bi-khim menambahkan, Taiwan bukan satu-satunya negara di dunia yang harus berhadapan sikap provokatif Beijing. Otoritas RRT diberitakan telah melancarkan tindakan semena-mena kepada Australia dan Lituania. Ancaman RRT telah mengglobal, negara penganut demokrasi sudah sepatutnya memperkuat kerja sama untuk melawan “paksaan ekonomi” RRT.