(Taiwan, ROC) -- Taiwan mengajukan permohonan bergabung dalam Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership/CPTPP), dunia luar memerhatikan progress amandemen undang-undang terkait. Sekjen Partai DPP Cheng Yun-Peng menyampaikan, terkait dengan revisi undang-undan total berjumlah 13 kategori, saat ini sudah diloloskan 9 kategori, yang tersisa masih ada kategori UU paten, UU hak cipta, UU merek dan UU komunikasi digital yang semua ini masih dalam peninjauan.
Sekjen DPP Cheng Yun-Peng (鄭運鵬), Sekretaris Chen Ou-po (陳歐珀) dan Wakil Sekjen Lin Ching-yi (林靜儀) pada hari Jumat (11/2) pagi menyelenggarakan jumpa pers untuk menanggapi opini umum. Media mempertanyakan, apakah dalam rapat Yuan Eksekutif memprioritaskan dalam mempromosikan revisi undang-undang CPTPP.
Sekjen DPP Cheng Yun-Peng (鄭運鵬), mengingat pengoperasian Yuan Legislatif setiap saat terdapat perubahan, Yuan Eksekutif harus menghormati pengoperasian dari Yuan Legislatif. DPP sendiri juga harus menjunjung pengoperasi dari tiap-tiap komite. Perdana Menteri Su Tseng-chang belum mengajukan daftar prioritas baru sejak ia menjabat sebagai perdana menteri.
Selain itu Cheng Yun-Peng menyampaikan, upaya Taiwan untuk bergabung dalam CPTPP bukan dari dicabutnya larangan impor produk dari 5 kabupaten Fukushima, Yuan Eksekutif juga telah bekerja sama dengan berbagai instansi pemerintahan sejak dulu, amandemen undang-undang terkait CPTPP berjumlah 13 macam, revisi telah dilakukan sejak 2016, sekarang ini tersisa 4 macam yang masih dalam peninjauan sehingga belum diloloskan.