History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

FDA Mengingatkan Kasus Keracunan Makanan Paling Sering Terjadi di Bulan Februari

  • 05 February, 2022
  • 曾秀情
FDA Mengingatkan Kasus Keracunan Makanan Paling Sering Terjadi di Bulan Februari
FDA Mengingatkan Kasus Keracunan Makanan Paling Sering Terjadi di Bulan Februari

(Taiwan, ROC) – Berdasarkan data statistik dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan memperlihatkan, Februari merupakan bulan di mana kasus keracunan makanan paling tinggi, untuk itu masyarakat diminta untuk lebih memperhatikan masalah keamanan makanan di mana selama masa liburan Tahun Baru Imlek di mana kebanyakan keluarga berkumpul dan makan bersama. FDA mengimbau agar masyarakat senantiasa menyantap makanan panas, suhu pada saat menyimpan makanan juga harus diperhatikan, untuk pendingin harus di bawah 7 °C sedangkan penyimpanan panas harus di atas 60 °C, sedangkan untuk memanaskan makanan harus di atas 70°C.

Berdasarkan data statistik FDA, terdapat 502 kasus keracunan makanan selama tahun 2019 yang mana penyumbang kasus terbanyak adalah di bulan Februari yang mencapai 68 kasus.

Ketua Divisi Produk Pangan dan Obat FDA Lee Wan-chen ketika menerima wawancara dari CNA melalui telpon mengemukakan, Februari merupakan bulan sebelum atau sesudah tahun baru Imlek di mana banyak kegiatan berkumpul dan makan bersama akhir tahun atau awal tahun, sehingga perlu mempersiapkan makanan dalam jumlah yang banyak, apabila saat memanaskan makanan panasnya tidak mencukupi, menaruh terlalu lama ditaruh di luar dengan suhu ruangan atau terkontaminasi silang makanan matang dan mentah dan lainnya yang mana ini menjadi penyebab timbulnya keracunan makanan.

Lee Wan-chen juga mengungkapkan, masa sebelum dan sesudah tahun baru Imlek merupakan masa sibuk bidang usaha makanan, mungkin semasa ini mereka merekrut tenaga sementara yang tidak profesional dan tidak terlalu paham mengenai higienis mempersiapkan makanan, belum mendapat pembinaan yang memadai bagaimana mengelola makanan sehingga kemungkinan pengelolaan makanan yang tidak benar penyebab terjadinya keracunan makanan.

Biro Produk Pangan dan Obat menganalisa, Februari merupakan masa sebelum dan sesudah tahun baru Imlek, banyak perusahaan atau organisasi yang menyelenggarakan jamuan makan akhir atau awal tahun yang diadakan dengan skala besar, untuk itu memerlukan persiapan makanan dalam skala besar, dalam siatuasi di mana tenaga kerja permanen tidak mencukupi untuk itu mengundang tenaga kerja sementara yang tidak profesional dalam mengelola makanan, tidak pernah mendapat pembinaan khusus tentang hygienis dan penyajian makanan sehingga berkemungkinan mengelola yang tidak benar dan berakibat timbulnya masalah keracunan makanan.

Jika dilihat berdasarkan dari analisa sumber bakteri, Lee Wan-chen mengemukakan, penyebab dari keracunan makanan sebagian besar adalah Norovirus, kebanyakan karena mereka kurang memiliki kebiasaan higienis yang baik dalam mengelola dan menyajikan makanan sehingga terjadi infeksi silang atau makanan yang tidak dipanaskan dengan cukup seperti bahan makanan kerang alhasil menimbulkan norovirus dalam perut orang yang menyantapnya.

Lee Wan-chen menyampaikan, waktu emas dari bakteri Staphylococcus (bakteri yang di mikroskop tampak berbentuk bulat bergerombol seperti sekelompok anggur, bakteri ini terdapat pada kulit manusia, saluran pernapasan dan saluran pencernaan hampir 40-50% manusia) dan bakteri Bacillus cereus (bakteri gram positif, berbentuk batang, aerobik, anaerob fakultatif, motil, serta beta hemolitik. Bakteri ini biasa ditemukan di tanah dan makanan) yang merupakan jenis bakteri pada makanan penyebab keracunan makanan pada umumnya, biasanya karena kebiasaan higienis yang kurang baik, suhu penyimpanan nasi atau gandum yang tidak tepat membuat bakteri ini tumbuh berkembang di tempat yang lembab.

Tahun-tahun sebelumnya terdapat kasus keracunan makanan yang sampai harus masuk UGD pada saat makan bersama sehingga merusak suasana, untuk itu Lee Wan-chen mengingatkan agar masyarakat memperhatikan situasi dan suhu penyimpanan, untuk penyimpanan dingin harus berada di bawah 7 Celsius, sedangkan penyimpanan hangat harus di atas 60 Celsius, jika ingin menyimpan lebih dari 2 hari maka harus disimpan di ruang pembeku, dan saat memanaskan makanan harus mencapai 70 Celsius.

Lee Wan-chen juga mengingatkan, perhatikan kesegaran makanan yang dibeli, terapkan konsep yang dipakai adalah gunakan terlebih dulu bahan makanan yang dibeli lebih awal.

Komentar

Terbarumore