(Taiwan, ROC) -- Wapres William Lai beserta rombongan menghadiri upacara pelantikan Presiden Honduras Xiomara Castro, saat ini dikabarkan Kedutaan Besar di Honduras ada petugas yang positif terinfeksi, hal ini memicu perhatian. Kemenlu mengatakan, dikarenakan staf ini ditugaskan pada bagian penyambutan delegasi khusus, akan tetapi untuk semua delegasi dan staf penyambut menjalani pemeriksaan PCR setiap hari dan hasilnya negatif.
Wapres William Lai pada tanggal 25 Januari lalu menjabat sebagai utusan khusus menuju ke Honduras dengan pesawat khusus untuk menghadiri upacara pelantikan Presiden Honduras pada tanggal 27 Januari, pada tanggal 30 Januari 2022 tiba di Taiwan dengan selamat. Akan tetapi dikabarkan Kedutaan Besar di Honduras ada yang positif terinfeksi COVID-19, maka masyarakat luar mengkuatirkan apakah staf ini pernah berinteraksi dengan rombongan utusan khusus.
Juru Bicara Kemenlu Joanne Ou kemarin malam (1/2) menyampaikan, Kedutaan besar di Honduras baru-baru ini dikabarkan ada staf yang terinfeksi, bergejala ringan. Staf ini pernah berinteraksi dengan rombongan khusus, akan tetapi Wapres beserta rombongan dan semua staf di Kedubes Honduras menjalani pemeriksaan kesehatan setiap hari dan hasilnya negatif.
Joanne Ou menekankan, selama kunjungan dari utusan khusus ini di Honduras telah menjalani protokol pencegahan pandemi secara ketat, semua peserta rombongan dan staf Kedubes untuk Honduras wajib memakai masker selama proses berlangsung. Selain itu, sebelum rombongan ini kembali ke Taiwan, saat berada di Honduras, San Fransisko Amerika Serikat dan mendarat di Taiwan telah menjalani pemeriksaan asam nukleat PCR, semua dengan hasil pemeriksaan negatif.
Joanne Ou mengemukakan, sementara ini semua peserta rombongan sedang menjalani masa karantina, sesuai dengan peraturan pencegahan pandemi yang berlaku wajib menjalani pemeriksaan rapid test 4 kali berturut-turut, 1 hari sebelum masa karantina berakhir wajib menjalani pemeriksaan PCR, selama masa karantina pihak Kemenlu juga selalu memonitor perkembangan kesehatan peserta rombongan.
Joanne Ou mengatakan, penerapan pencegahan epidemi untuk rombongan khusus ini berjalan dengan ketat, telah mengutus tenaga khusus yang bertugas sebagai koordinator pencegahan pandemi untuk rombongan ini, setiap saat memberikan saran masukan dan tindakan pro-aktif untuk menjamin kesehatan dari peserta rombongan.