History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Peringatan Kewaspadaan dari WHO, Menang Melawan COVID-19 Masih Terlalu Awal

  • 02 February, 2022
  • 曾秀情
Peringatan Kewaspadaan dari WHO, Menang Melawan COVID-19 Masih Terlalu Awal
Sekjen Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus

(Taiwan, ROC) -- Sekjen Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus kemarin (1/2) mengeluarkan pernyataan “waktu masih terlalu awal” kepada semua negara baik yang mengumumkan kemenangan terhadap perlawanan pandemi COVID-19 atau yang mengabaikan pengendalian penularan pandemi. Dalam penyampaian Tedros kepada media, negara manapun baik menyerah atau mengumumkan kemenangan, keduanya masih terlalu awal”, “virus ini sangat berbahaya, lagipula ada di depan mata dan terus bermutasi”.

Saat bersamaan Tedros juga menambahkan, Denmark kemarin (1/2) menjadi negara Uni Eropa pertama yang membuka pembatasan prokes pandemi COVID-19, dikarenakan virus varian Omicron jumlah kasus postif terinfeksi semakin bertambah. Beberapa negara sedang mempertimbangkan untuk mengambil tindakan yang serupa.

Tedros mengatakan, “Yang kami khawatirkan adalah beberapa negara ini muncul satu pandangan yang serupa: karena ada vaksinasi, tingkat penularan varian Omicron tinggi tapi gejala yang parah sedikit, beranggapan pencegahan pandemi adalah hal yang mustahil, juga tidak perlu lagi”.

Tedros mengatakan, “Kondisi demikian sangat bertolak belakang dengan kenyataan”. Tedros menekankan, “semakin banyak penyebaran virus COVID-19, maka akan menyebabkan angka kematian semakin tinggi”. Tedros mengungkapkan, 10 minggu sebelumnya Afrika Selatan pertama kali ditemukan adanya varian Omicron, negara seluruh dunia memberi laporan kepada WHO ada hampir 90 juta kasus postif terinfeksi COVID-19, angka ini jauh melebihi dari kasus terinfeksi sepanjang satu tahun 2020.

Walaupun varian Omicron menyebabkan gejala sakit yang dianggap ringan, namun Tedros menekankan, “saat ini pihak kami mulai mendapati angka kematian di sebagian besar kawasan di dunia, angka ini cukup mengejutkan”.

Sejak akhir tahun 2019 virus COVID-19 yang ditemukan di Daratan Tiongkok, seluruh negara di dunia melaporkan kepada WHO kasus terinfeksi dengan angka telah melebihi dari 373 juta orang dan 5,7 juta orang meninggal dunia akibat terinfeksi. Akan tetapi angka fakta dapat dipastikan jauh melampaui dari angka laporan.”

Satu minggu sebelumnya, angka penambahan kasus terinfeksi dunia melebihi dari 22 juta kasus, lebih dari 60.000 orang meninggal dunia.

Komentar

Terbarumore