History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Penelitian: Daya Penularan Varian Omicron 1,5 Kali dari Varian Awal

  • 02 February, 2022
  • 曾秀情
Penelitian: Daya Penularan Varian Omicron 1,5 Kali dari Varian Awal
Daya Penularan Varian Omicron 1,5 Kali dari Varian Awal

(Taiwan, ROC) -- Berdasarkan sebuah penelitian dari Denmark yang dirilis pada akhir Januari lalu mengungkapkan, COVID-19 sub varian Omicron dengan sebutan BA.2 memiliki daya sebar yang lebih tinggi dari virus varian sebelumnya.

Varian BA.2 yang juga dikenal dengan sebutan “stealth Omicron” baru didapati pada awal tahun 2022 ini. BA.2 yang telah menggantikan varian Omicron BA.1 menjadi varian utama di Denmark.

Berdasarkan penelitian Statens Serum Institut (SSI) Denmark ini yang memberikan penjelasan penemuannya, dibandingkan dengan varian BA.1 yang tingkat daya tularnya 29%, maka tingkat daya tular BA.2 mencapai 39%, dalam kurun waktu satu minggu dapat menularkan anggota keluarga lainnya. SSI bekerja sama dengan Universitas Denmark melangsungkan penelitian terhadap 180 ribu orang, penelitian berlangsung dari 20 Desember 2021 hingga tanggal 18 Januari 2022.

Dokter SSI, Camilla Holten Moller menyampaikan, BA.2 lebih dapat menyerang orang yang belum menerima vaksinasi dibandingkan dengan BA.1, Camilla mengemukakan, kemungkinan tertular BA.2 mungkin akan lebih rendah bagi orang yang telah menerima vaksin lengkap, terlebih mereka yang telah melakukan booster. SSI yang sebelumnya sempat membeberkan, berdasarkan data awal didapati bahwa daya tular BA.2 lebih kuat 1,5 kali lipat dari BA.1

Para peneliti juga terus mengamati kekuatan daya tular varian Omicron serta kemungkinan menyebabkan gejala serius, tetapi berdasarkan data internasional, Omicron mungkin memiliki daya sebar yang cepat.

Denmark yang merupakan negara pertama dari negara anggota Uni Eropa yang mencabut batasan pencegahan pandemi pada 1 Februari 2022 kemarin. Pada satu sisi karena tingkat vaksinasi sudah cukup tinggi, di sisi lain karena tingkat mengalami gejala serius bagi mereka yang terkonfirmasi Omicron lebih rendah.

Varian Omicron yang paling awal ditemukan di Afrika Selatan pada November 2021, setelah itu menjadi varian COVID-19 yang menyebar di negara-negara lain di dunia.

Komentar

Terbarumore