History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Angka Insomnia Warga Meningkat 20% Saat Liburan Imlek Berakhir

  • 01 February, 2022
  • 尤繼富
Angka Insomnia Warga Meningkat 20% Saat Liburan Imlek Berakhir
Angka Insomnia Warga Meningkat 20% Saat Liburan Imlek Berakhir

(Taiwan, ROC) --- Liburan merayakan Tahun Baru Imlek tahun ini berlangsung selama 9 hari. Mayoritas warga di Taiwan akan memanfaatkan waktu yang panjang ini untuk bersantai sembari melepas penat. Namun, setelah liburan panjang usai, maka mayoritas dari mereka akan mengeluh susah tidur atau bahkan mengalami insomnia.

Pakar kesehatan mengamati, jumlah warga yang akan mencari pengobatan medis akibat insomnia selepas liburan panjang Imlek akan meningkat 20% dari biasanya. Mereka pun mengimbau kepada para warga untuk senantiasa menjaga kebiasaan baik serta istirahat yang cukup, dan hindari minum alkohol sebelum tidur.

Kepala Institusi Medis Sleep Well – Chiang Ping-ying (江秉穎) menyampaikan, selama liburan Tahun Baru Imlek mayoritas warga akan mencari kesibukan seperti bermain mahyong hingga pagi. Terlampau bersemangatnya mereka terkadang mengacaukan rutinitas dan waktu istirahat yang sudah ada.

Jika melihat data statistik pada tahun sebelumnya, jumlah warga yang mengeluh susah tidur pasca liburan Tahun Baru Imlek akan bertambah 15% hingga 20%, jika dibandingkan dengan periode biasanya.

Chiang Ping-ying menambahkan, kebanyakan orang akan meneguk minuman beralkohol selama liburan Tahun Baru Imlek. Dan alkohol disinyalir menjadi salah satu penyebab buruknya kualitas tidur pada manusia. Jika ingin terbebaskan dari gangguan insomnia, maka diimbau untuk tidak mengonsumsi alkohol sebelum tidur.

Chiang Ping-ying menjelaskan, jika selama liburan Imlek, warga mengeluh tidak dapat tidur nyenyak, maka ini hanyalah gangguan yang bersifat sementara. Pertama, warga dianjurkan untuk menyesuaikan rutinitas dengan waktu istirahat yang ada, serta perbanyak kegiatan di luar ruangan. Jika gangguan insomnia masih berkelanjutan, maka disarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut pada kualitas tidur.

Dokter saraf di Rumah Sakit Far Eastern Memorial Hospital – Chuang Yi-fang (莊宜芳) menuturkan, pasien yang menderita kecemasan berlebihan atau depresi biasanya memiliki gangguan susah tidur. Apalagi daftar kesibukan di masa liburan Tahun Baru Imlek atau tekanan untuk bertemu anggota keluarga lainnya, dapat meningkatkan gejala stres atau bahkan memperburuk gangguan yang sudah ada.

Chuang Yi-fang melanjutkan, meskipun rumah sakit telah membimbing pasien yang memiliki gejala depresi atau cemas berlebihan untuk mempertahankan kualitas tidur yang cukup, tetapi dari data sebelumnya jelas terlihat bahwa angka insomnia akan meningkat seiring datangnya liburan Imlek. Hal ini disebabkan karena kesibukan berwisata yang berlebihan, dapat mengacaukan rutinitas dan waktu istirahat yang sudah terpelihara selama ini.

Apalagi dengan tutupnya rumah sakit atau klinik pada masa liburan Imlek, akan membuat warga cemas. Sehingga tidak sedikit dari mereka akan mulai menyediakan obat-obatan sebelum memasuki masa liburan Tahun Baru Imlek.

Wakil Juru Bicara Federation of Taiwan Pharmacists Association – Wang Ming-yuan (王明媛) menyampaikan, kegiatan warga untuk berkumpul dengan kerabat dan sanak saudara akan meningkat seiring dengan datangnya perayaan Imlek. Pemintaan terhadap suplemen ginjal atau pereda mabuk akibat mengonsumsi alkohol akan meningkat secara signifikan.

Wang Ming-yuan melanjutkan, di tengah gaya hidup dan tekanan yang kian tinggi, membuat permintaan terhadap obat insomnia di apotek-apotek Taiwan meningkat. Angka ini akan bertambah sebanyak 20% hingga 30% saat perayaan Imlek. Hal ini disinyalir memiliki keterkaitan dengan beberapa kebiasaan saat Imlek, misal begadang atau bermain mahyong hingga subuh.

Komentar

Terbarumore