History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Varian Omicron Tetap Berisiko Tinggi Bagi Pasien Penderita Penyakit Kronis

  • 01 February, 2022
  • 尤繼富
Varian Omicron Tetap Berisiko Tinggi Bagi Pasien Penderita Penyakit Kronis
Varian Omicron Tetap Berisiko Tinggi Bagi Pasien Penderita Penyakit Kronis

(Taiwan, ROC) --- COVID-19 merebak luas di seluruh penjuru bumi meningkatkan risiko bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit kronis, seperti asma, diabetes dan kardiopulmoner.

Meski banyak yang mengidap gejala ringan saat varian Omicron pecah, tetapi hal tersebut ternyata masih menjadi virus yang mematikan bagi warga dengan riwayat penyakit kronis.

Media “The New York Times” menuliskan, ada lebih dari setengah warga di AS yang menderita penyakit kronis. Meski penularan varian Omicron hanya berdampak ringan pada mayoritas populasi dunia, tetapi hal tersebut berbeda untuk mereka yang memiliki penyakit kronis.

Tingkat keparahan dan kematian di Amerika Serikat akibat gelombang Omicron diberitakan jauh lebih rendang dibandingkan dengan varian-varian sebelumnya. Hal ini kian terlihat jelas, terutama pada mereka yang telah menerima vaksinasi lengkap atau sudah disuntik booster.

Meski demikian, daya penularan varian Omicron yang cepat telah menyebabkan naiknya jumlah kasus positif COVID-19, hal tersebut serta-merta membuat kapasitas rumah sakit kian kritis. Jumlah rata-rata rawat inap harian di seluruh rumah sakit AS masih berada di kisaran 150.000 orang. Angka ini juga meliputi daerah pedesaan yang memiliki fasilitas infrastruktur yang kurang memadai.

Kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) - Rochelle Walensky mengingatkan, bahwa tingginya angka kasus positif masih menjadi beban serius bagi tim medis. “Tidak semua gejala ringan dapat dikategorikan baik-baik saja,” tambah Rochelle Walensky.

Kapasitas medis yang kian kritis tidak dapat dianggap sebelah mata. Varian Omicron yang menyebar sangat cepat ini diprediksi dapat menyebabkan 2.000 kematian setiap harinya.

Pakar kesehatan menuturkan, selama gelombang Omicron memanas, kamar rumah sakit mayoritas dihuni oleh mereka yang sedari awal belum menerima vaksin. Meski demikian, mereka yang memiliki riwayat penyakit kronis masih berisiko tinggi akan mengalami gejala parah jika tertular, walaupun sebelumnya telah disuntik vaksin.

Hal tersebut dapat memperburuk penyakit kronis yang ada, serta akan meningkatkan kemungkinan rawat inap pada kelompok ini.

Komunitas medis dunia belum dapat memastikan apakah varian Omicron akan mengubah COVID-19 menjadi penyakit layaknya flu musiman. Bahkan ada penjelasan biologis yang menyampaikan, bahwa hal tersebut akan mudah mempengaruhi kondisi kesehatan pasien secara sistematik.

Asisten Profesor dan pakar kesehatan di The Johns Hopkins University School of Medicine - Panagis Galiatsatos menyampaikan, “Anda akan menemukan kecenderungan seperti kerusakan pada organ ginjal.”

Rumah Sakit St. Luke di Allentown, Pennsylvania, misalnya. 15% hingga 20% dari dua pertiga yang pernah terkonfirmasi positif COVID-19 dilaporkan memiliki gangguan sepsis dan ginjal akut. Dokter setempat menambahkan bahwa ini semua berkaitan dengan COVID-19.

Komentar

Terbarumore