(Taiwan, ROC) --- Tim peneliti Profesor Kawase Tetsuaki dari Universitas Tohoku di Jepang baru-baru ini menggelar penelitian, yang menemukan bahwa mendengarkan musik atau radio sembari belajar atau menyetir mobil dapat mengurangi efektivitas manusia.
Media Jepang – Asahi Shimbun mewartakan, makalah penelitian bersangkutan telah diterbitkan dalam edisi online jurnal ilmiah Amerika Serikat – PLOS ONE pada bulan Desember 2021 lalu.
Tim peneliti memberikan suara yang berbeda di dua telinga, guna menentukan apakah bunyi-bunyi tersebut dapat mempengaruhi kecepatan manusia dalam bereaksi.
Tim peneliti meminta para subjek untuk mendengarkan nada tes (suara yang harus didengarkan) di bagian telinga kiri mereka, dan setiap kali mendengarkan nada tersebut mereka diminta untuk menekan tombol. Pada saat yang sama, lantunan musik piano jazz diperdengarkan di telinga bagian kanan (suara yang harus diabaikan). Kemudian gelombang otak manusia diukur dengan menggunakan magnetoencephalography (MEG) untuk menentukan daya responsif tubuh.
Ketika telinga kanan mendengarkan suara bising, responsif dari tubuh manusia hampir tidak terpengaruh. Namun, saat telinga kanan mendengarkan lantunan musik, terlepas dari besar kecilnya volume yang ada, maka respons tubuh manusia secara signifikan melambat. Hal ini dapat terlihat dari lambatnya atau adanya waktu jeda, ketika para subjek penelitian diminta untuk menekan tombol.
Oleh karena itu, tim peneliti percaya bahwa pengaruh lantunan musik inilah yang mengganggu para subjek penelitian untuk fokus mendengarkan nada yang harus diuji.
Tim peneliti menyampaikan, penelitian yang ada memperlihatkan bahwa mendengarkan musik sembari mengerjakan tugas atau mengemudi sebenarnya membutuhkan daya konsentrasi yang lebih. Bahkan ketika volume musik yang didengar tidak terlalu keras, maka dapat menyebabkan penurunan konsentrasi dan mempengaruhi efisiensi kerja.