(Taiwan , ROC) -- Perdana Menteri Su Tseng-chang ketika menuju ke Direktorat Jenderal Jalan Tol Kementerian Perhubungan untuk melakukan inspeksi pada pagi hari Rabu ini (26/1), saat media mempertanyakan kepada PM Su Tseng-chang berkaitan produk makanan produksi Fukushima apakah akan dibahas dalam sidang Yuan Eksekutif pada tanggal 27 Januari besok, atau dalam beberapa hari ini akan umumkan pencabutan larangan impor produk? PM Su Tseng-chang membeberkan, saat ini seluruh dunia hanya tersisa Taiwan dan Daratan Tiongkok yang tetap memberlakukan larangan produk makanan dari Fukushima, maka pemerintah akan mengadopsi bukti ilmiah dan standar internasional sebagai acuan untuk pembahasan isu ini, karena jaminan kesehatan masyarakat adalah hal yang diutamakan.
PM Su Tseng-chang mengatakan, “Kita berdagang dengan negara-negara di dunia, maka perlu mematuhi standar tertinggi yang berlaku di taraf internasional, perlu adanya kemajuan, pihak kami bersedia mematuhi cakupan standar internasional dan standar dari negara mitra yang terandalkan, inilah yang akan kami terus upayakan. Sekarang ini seluruh dunia hanya tersisa Taiwan dan Daratan Tiongkok yang masih memberlakukan larangan impor produk makanan dari 5 perfektur Fukushima, sementara pihak kami akan mengadopsi data ilmiah, standar internasional sebagai acuan yang menjamin kesehatan warga.”
Selain itu, berkaitan dengan tersebar isu Lithuania mempertimbangkan perubahan nama kantor perwakilan menggunakan nama “kantor perwakilan Taiwan”, ini memicu pertentangan dari Daratan Tiongkok. PM Su Tseng-chang mengatakan, di bawah pimpinan Presiden Tsai Ing-wen, dunia semakin memperhatikan Taiwan dan semakin banyak yang memberikan dukungan kepada Taiwan, maka dari itu Taiwan dan negara lainnya saling berinteraksi, berdasarkan prinsip kesetaraan, saling menghargai cara kerja yang diterapkan oleh masing-masing negara.