(Taiwan, ROC) - Yuan Legislatif hari Senin, 24 Januari, meloloskan amandemen Undang-Undang Pidana dan Undang-Undang Pidana Angkatan Darat, Laut dan Udara, khususnya pasal yang berkenaan dengan mengemudi saat mabuk. Ditambah dengan amandemen Undang-Undang Hukuman Pelanggaran Peraturan Lalu Lintas yang sebelumnya telah disetujui, tiga UU yang bersangkutan dengan mengemudi saat mabuk telah sepenuhnya direvisi di Yuan Legislatif untuk mengenakan sanksi lebih berat dengan tujuan mencegah terus berulangnya tragedi dari kecelakaan lalu lintas akibat mengemudi saat mabuk.
Berdasarkan pasal UU Pidana yang diamandemen, hukuman penjara bagi mengemudi saat mabuk, kendati tidak mengakibatkan insiden, diperberat dari dua tahun menjadi tiga tahun, sementara denda maksimum dinaikkan menjadi NT$ 300.000. Bagi yang mengemudi saat mabuk dan mengakibatkan kecelakaan yang menimbulkan korban meninggal atau luka-luka, tak peduli apakah pelanggar adalah residivis, denda dinaikkan menjadi NT$1-3 juta.
Legislator Partai Kuomintang Ye Yu-lan (葉毓蘭) mengatakan, “Kami selain prihatin pada revisi berat denda dan hukuman, juga mengajukan kebijakan bersangkutan untuk mencegah mengemudi saat mabuk.”
Dalam proses amandemen kali ini, Yuan Legislatif juga menyetujui lima resolusi tambahan, meminta Kementerian Kehakiman untuk bekerja sama dengan Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MOTC) dan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW), mempelajari pengalaman pencegahan dari Jepang untuk secara efektif mencegah mengemudi saat mabuk.