(Taiwan, ROC) - Angka pengangguran Taiwan untuk Desember 2021 turun 0,02% menjadi 3,64%, berturut-turut bulan keenam mencatat penurunan dan telah kembali ke standar sebelum merebaknya penyebaran domestik COVID-19 pada April lalu. Tapi untuk 2021 secara keseluruhan, terpengaruh oleh pemberlakuan Waspada Pandemi Level 3 pada pertengahan tahun, angka pengangguran mencatat 3,95%, tertinggi untuk tujuh tahun terakhir.
Berdasarkan laporan kondisi pasar kerja domestik terbaru dari Direktorat Jenderal Anggaran, Akuntansi dan Statistik (DGBAS), untuk Desember 2021, tenaga kerja di lapangan berjumlah 11,48 juta orang, bertambah 3.000 orang atau 0,03% dari sebulan sebelumnya; tenaga kerja menganggur berjumlah 433.000 orang, berkurang 3.000 orang atau 0,66% dari sebulan sebelumnya; sementara angka pengangguran adalah 3,64%, terendah untuk Desember dalam 20 tahun terakhir sejak 2001.
Menurut Wakil Kepala Departemen Sensus DGBAS Chen Hui-hsin (陳惠欣), seiring menghangat kembalinya kegiatan ekonomi domestik, angka pengangguran telah berturut-turut enam bulan mencatat penurunan, dan telah kembali ke standar sebelum terjadinya lonjakan kasus, sedangkan jumlah tenaga kerja di lapangan juga perlahan-lahan meningkat setelah mencapai titik terendah pada Juni lalu.
Dalam arti kata, lanjut Chen, baik angka pengangguran, angka partisipasi tenaga kerja maupun jumlah tenaga kerja di lapangan, semuanya mencatat perbaikan sejak Juli, menunjukkan bahwa lapangan kerja sudah relatif stabil.
Chen Hui-hsin mengatakan, “Angka pengangguran Desember adalah 3,64%, sudah turun kembali ke standar sebelum lonjakan pandemi kali ini. April 2021, angkanya juga 3,64%, (berarti) kondisi pengangguran sudah lebih baik.”
Sementara itu, perihal apakah lonjakan kasus varian Omicron di Taiwan belakangan ini akan kembali mendampak lapangan kerja, Chen menganalisis, meneliti contoh pemberlakuan Waspada Pandemi Level 3 tahun lalu, diketahui bahwa dampak lonjakan sangat besar tapi durasinya tidak panjang, meski demikian pengaruh penyebaran Omicron kali ini masih perlu terus dipantau untuk mengurangi dampaknya terhadap pasar.