(Taiwan, ROC) - Jumlah pekerja yang menjalani program cuti formal di Taiwan bertambah 1.759 orang dalam satu minggu terakhir, kembali mendobrak angka 10.000 hanya satu minggu setelah turun menjadi 9.488 orang pada pekan lalu.
Berdasarkan pengumuman dari Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) pada hari Senin, jumlah pekerja yang setuju untuk mengambil cuti tanpa upah meningkat menjadi 11.247 orang selama seminggu terakhir, sementara jumlah perusahaan dengan program cuti juga bertambah 184 dari seminggu sebelumnya menjadi 1.981.
Direktur Departemen Standar Tenaga Kerja dan Kesetaraan Pekerjaan MOL Huang Wei-chen (黃維琛) menerangkan, sebagaimana diprakirakan pekan lalu, banyak perusahaan agen perjalanan masih merasakan dampak dari terus diberlakukannya pengetatan pengendalian perbatasan, sehingga program cuti yang rencananya dihentikan pada akhir tahun lalu kembali diberlakukan.
Huang mengatakan, “Penurunan pada laporan sebelumnya adalah dikarenakan waktunya adalah akhir bulan, dan kebanyakan program diberlakukan hingga akhir tahun. Tapi kondisi pada akhir tahun tidak berubah (baik), maka negosiasi kembali diadakan dan kontrak diperbaru. Penambahan pada pekan ini adalah konsekuensi dari kembali liburnya para pekerja ini, terutama dari agen perjalanan yang pengaruhnya paling besar.”
Mengenai apakah kondisi pandemi saat ini akan terus meningkatkan jumlah pegawai cuti tanpa upah, Huang berpendapat, industri yang terpengaruh di masa lalu adalah penginapan dan mamin, tapi sekarang yang terdampak adalah industri pariwisata yang berkaitan dengan pengendalian perbatasan. Meski demikian, tegasnya, MOL akan terus memantau perkembangannya.