(Taiwan, ROC) -- Taiwan Labour Front (TLF) beberapa waktu lalu mengelar jumpa pers “Kilas Balik 2021, Pandangan ke Depan UU Ketenagakerjaan 2022”, selain meyakinkan UU kenaikan upah minimum, perlindungan kecelakaan kerja juga berharap dapat diloloskannya UU Upah minimum pada tahun ini, selain itu juga menggerakan revolusi dana pensiun.
Taiwan Labour Front (TLF) mengemukakan, kewaspadaan epidemi nasional tingkat ketiga berlangsung sekitar 3 bulan pada tahun 2021 kemarin, tidak saja mengakibatkan meroketnya tingkat pengangguran, juga mengakibatkan kerugian bagi para buruh, untungnya epidemi dapat terkendali lagi dan pemerintah juga mengeluarkan berbagai kebijakan bantuan. Dengan program revitalisasi membuat masyarakat sosial dapat dengan cepat kembali pulih.
Sekjen TLF, Sun You-lian mengungkapkan, dari situasi yang secara keseluruhan cukup gemilang, kenaikan upah minimum sebesar 5,21%. Pada Peraturan Perundang-undangan Ketenagakerjaan yang mana pada tahun lalu juga telah meloloskan 3 UU (asuransi dan perlindungan kecelakaan kerja) yaitu amandemen peraturan asuransi tenaga kerja, undang-undang asuransi ketenagakerjaan dan undang-undang kesetaraan kerja gender, yang semuanya layak untuk diakui.
Namun “UU Upah Terendah”, “UU Pendidikan Tenaga Kerja” dan “UU Perlindungan Pelaporan Publik” serta lainnya masih belum ada perkembangan, untuk itu partai berkuasa dan oposisi diimbau agar dapat memasukannya dalam daftar yang diprioritaskan, selain itu tahun 2022 ini juga menjadi tahun ke-30 terbentuknya “UU Layanan Kerja”, dan 20 tahun “UU Perlindungan Kerja” pemerintah seharunya melakukan introspeksi mekanisme keamanan kerja.