(Taiwan, ROC) -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tanggal 11 memberikan peringatan, pemberian ulang vaksinasi (booster) untuk virus yang awalnya adalah COVID-19 dapat dilakukan tetapi bukan strategi dalam menghadapi beragam varian virus yang bermunculan, dan menyampaikan bahwa adanya vaksin baru yang baru dapat mencegah serta menghentikan penularan.
WHO Technical Advisory Group on Covid-19 Vaccine Composition (TAG-Co-VAC) tanggal 11 Januari mengemukakan, apabila hanya memberikan vaksinasi booster vaksin COVID-19 menghadapi varian baru virus bukan merupakan strategi terbaik dalam mencegah pandemi.
Dari penjelasan TAG-Co-VAC mengemukakan, strategi vaksinasi booster untuk vaksin asal tidak terlalu sesuai atau bukan cara yang dapat terus dilakukan, Tim pakar mengungkapkan, mungkin perlu untuk memerbarui vaksin yang ada sekarang sehingga lebih dapat menghadapi varian baru virus COVID-19 yang bermunculan, seperti virus varian Omicron yang telah merebak di 149 negara dan kawasan.
TAG-Co-VAC mengimbau untuk mengembangkan penemuan vaksin baru yang tidak saja dapat melindungi manusia agar tidak menderita serius apabila terjangkit virus COVID-19, melainkan juga dapat melindungi manusia agar tidak tertular virus ini. WHO menyampaikan, ada 331 kandidat vaksin yang tenggah dikembangkan saat ini di seluruh dunia.
TAG-Co-VAC juga menegaskan, sebelum mengeluarkan vaksin jenis baru, dan guna memenuhi standar perlindungan terhadap infeksi atau penyakit serius dari virus varian Omicorn dan Delta, WHO juga perlu meningkatkan vaksin yang ada sekarang ini.