History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

CDC: Wabah Penularan Omicron di AS Belum Memasuki Masa Puncak

  • 08 January, 2022
  • 譚雲福
CDC: Wabah Penularan Omicron di AS Belum Memasuki Masa Puncak
CDC: Wabah Penularan Omicron di AS Belum Memasuki Masa Puncak

(Taiwan, ROC) – Rutinitas warga AS kian terkendala seiring dengan meningkatnya kasus positif COVID-19. Aktivitas di institusi pendidikan, kesehatan dan bisnis mengalami pukulan berat.

Pada tanggal 7 Januari 2022 (waktu AS), Kepala Pusat Pengendalian dan Penyakit AS (CDC) - Rochelle Walensky menyampaikan, varian Omicron telah menyebabkan angka positif melonjak drastis, dan kondisi saat ini belum dapat dikategorikan sebagai masa puncak.

Melalui acara Today yang disiarkan oleh media NBC News, Rochelle Walensky mengatakan, “Saya tidak berpikir bahwa kondisi yang terjadi saat ini adalah masa puncak bagi AS.”

Pejabat kesehatan AS mengimbau kepada masyarakat setempat untuk jangan terlalu cepat puas, terutama dalam menghadapi serangan varian Omicron. Meski efek yang dibawa tidak separah pendahulunya, tetapi Omicron memiliki daya penularan yang luar biasa. Hal ini akan membuat angka warga yang terpapar COVID-19 menjadi sangat tinggi, termasuk mereka yang memiliki penyakit bawaan kronis.

Media Reuters melaporkan, AS mencatat kasus baru sebanyak 660.200 pada tanggal 6 Januari 2022. Ini adalah jumlah kasus harian tertinggi keempat yang pernah dilaporkan AS. Jumlah kasus positif harian AS bahkan menembus angka 1 juta pada 3 hari yang lalu.

Data Reuters juga memperlihatkan, angka rata-rata kasus mingguan AS mencapai 597.000, yang mana ini juga menjadi rekor terbanyak selama 10 hari berturut-turut. Pada saat yang sama, jumlah warga yang menjalani rawat inap akibat COVID-19 berkisar 123.000, angka ini hampir mendekati rekor sebelumnya, yakni 132.000.

Data statistik juga memperlihatkan, angka kematian akibat COVID-19 di AS berada di kisaran 1.400 per harinya.

Rochelle Walensky mengatakan, “Angka ini memperlihatkan tendensi peningkatan.” Ia melanjutkan, angka rawat inap di rumah sakit terus bertambah, terutama bagi mereka yang tetap bersikeras untuk tidak divaksinasi.

Melonjaknya angka positif kasus COVID-19 memaksa institusi kesehatan AS untuk menunda prosedur bedah operasi yang tidak mendesak. Meski demikian, mayoritas sekolah di AS masih tetap memberlakukan kegiatan belajar mengajar tatap muka. Sebagian sekolah malah terpaksa harus ditutup karena mengganasnya penyebaran virus korona.

Pada tanggal 7 Januari 2022, Chicago Public Schools memasuki hari ketiga masa penutupan sekolah mereka. Para guru lebih memilih mogok mengajar, dengan tujuan untuk mengimplementasikan prosedur pencegahan epidemi yang lebih ketat.

Pejabat AS menyampaikan, sekolah dapat beroperasi dengan aman, terutama jika vaksin dan booster telah diberikan secara merata. Pada tanggal 6 Januari 2022, CDC di lain pihak telah merilis panduan terbaru perihal karantina di lingkungan sekolah.

Rochelle Walensky menyampaikan, meski saat ini AS tengah berjuang memerangi rantai penularan, tetapi otoritas setempat harus mulai berfokus dalam menghadapi dampak panjang yang dibawa COVID-19.

Kepada media NBC, Rochelle Walensky melanjutkan, “Tidak diragukan lagi, kami akan memperlakukan COVID-19 ini sebagai virus endemi pada suatu ketika di masa mendatang.”

Komentar

Terbarumore