(Taiwan, ROC) -- Menghadapi kembali merebaknya epidemi COVID-19 di Taiwan, Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) pada hari ini (7/1), untuk menanggulangi meningkatnya kasus penularan lokal dari virus varian Omicron, risiko penyebaran komunitas yang menikta secara signifikan, Komite Penasehat Praktik Imunisasi (Advisory Committee on Immunization Practices/ACIP) memutuskan bagi warga yang berusia 18 tahun atau lebih yang telah menerima 2 dosis vaksinasi COVID-19 disarankan untuk menerima vaksinasi booster (dosis ketiga) dengan interval waktu 12 minggu (84 hari) lebih dari penyuntikan dosis sebelumnya, hal ini untuk meningkatkan kekebalan tubuh perorangan maupun kelompok.
Mengenai merek vaksin untuk vaksinasi booster, selain mereka yang telah menerima 2 dosis vaksin AstraZeneca (AZ) tidak disarankan untuk menyuntik dosis ketiga dengan vaksin AZ, untuk yang lainnya dapat memilih vaksin BNT, Moderna, Medigen atau AZ sebagai vaksin boosternya, sedangkan untuk mereka yang memilih penyuntikan booster dengan vaksin Moderma maka jumlah dosis yang disuntikan adalah setengah dosis.
CECC mengemukakan, saat ini persediaan vaksin di dalam negeri Taiwan cukup memadai, dikedepannya akan meminta biro kesehatan pemerintah daerah untuk secepatnya memperluas distribusi vaksin, bagi warga yang telah memenuhi persyaratan interval waktu yang ada dapat mengunjungi situs https://antiflu.cdc.gov.tw/Covid19 atau mengacu pada pengumuman biro kesehatan pemerintah daerah setempat untuk mendapatkan informasi mengenai merek vaksin dan waktu vaksinasi yang tersedia di institusi medis terdekat yang ditunjuk.
CECC juga mengumumkan, terdapat penambahan baru 62 kasus COVID-19 di Taiwan yang terdiri dari 4 kasus penularan dalam negeri (kasus ke-17368 – ke-17371) dan 58 kasus impor dari luar negeri, dan tidak ada kasus kematian.
Untuk kasus penularan dalam negeri sendiri terdiri dari 1 orang pria dan 3 orang perempuan dengan usia berkisar 20 – 50 tahun, semuanya adalah penularan dari klaster Bandara Internasional Taoyuan.