(Taiwan, ROC) -- Dewan Pengembangan Nasional (NDC) hari ini (6/1) dalam rapat laporan “Tren Ekonomi 2022” mengungkapkan tantangan utama dari pertumbuhan ekonomi Taiwan adalah pandemi yang tidak ada habis-habisnya dan tekanan kenaikan harga barang. NDC menyampaikan, tahun 2022 ini dipengaruhi dengan kebutuhan sehingga menghangatnya pergerakan konsumsi domestik, perusahaan atau pabrik dalam dan luar negeri terus berinvestasi di Taiwan dan tren transformasi digital global serta lainnya juga menjadi unsur yang turut andil.
Kenaikan harga barang dalam negeri yang menjadi perhatian dari dunia luar adalah apakah inflasi dapat dipertahankan di bawah 2%. Wakil NDC Gao Xian-gui dalam jumpa pers usai rapat menyampaikan, lembaga prakiraan terkait dalam dan luar negeri beranggapan Taiwan dapat bertahan dalam garis peringatan 2%, inflasi diprediksi berkisar 1,1% - 1,9%.
Gao Xian-gui mengemukakan, penyebab utama dari kenaikan harga barang di Taiwan berasal dari naiknya harga bahan bakar internasional, yang mana pandemi membuat harga transportasi melonjak. Selain itu pengaruh iklim yang membuat harga produk pertanian naik. Biro Sumber Energi Amerika Serikat memrekirakan, pasokan bahan bakar minyak akan memperlihatkan perbaikan pada kuartal pertama tahun ini, hal ini akan mengurangi hantaman terhadap harga barang dalam negeri Amerika Serikat.
Perdana Menteri Su Tseng-chang dalam rapat juga mengungkapkan, Taiwan tidak saja aman bahkan menciptakan keajaiban ekonomi 2.0 di merebaknya pandemi, hal ini sangatlah tidak mudah. Su menyampaikan, pandangan untuk tahun 2022 ini Taiwan akan menghadapi banyak tantangan, berharap tiap-tiap kementerian terkait dapat berhati-hati dan melakukan persiapan dengan baik.