(Taiwan, ROC) Perusahaan Medigen pada hari Rabu ini mengumumkan data evaluasi virus, hasil penelitian eksperimen menunjukkan vaksin booster (dosis ke-3) vaksin Medigen memiliki kekuatan perlindungan tertentu terhadap virus Omicron, Medigen pada hari Rabu ini (5/12) menyampaikan, setelah organisasi kesehatan dunia (WHO) pada tanggal 26 November 2021 mengumumkan varian baru dengan nama Omicron, dan terdapat sebagai varian yang diwaspadai(VOC), maka Medigen segera mendapatkan sekuensing gen virus varian Omicron, sebelum mendapatkan virus yang aktif, membangun sistem pseudovirus Omicron untuk mengevaluasi tingkat efektivitas vaksin Medigen terhadap Omicron.
Medigen mengemukakan, hasil pendataan dari laboratorium menunjukkan vaksin COVID-19 Medigen jika dilengkapi dengan dosis ke-2 maka memberikan tingkat perlindungan tertentu, data hasil penelitian dipublikasikan melalui website med-archive, akan berlanjut memperbaharui informasi yang ada.
Medigen mengatakan, evaluasi antibodi penetralisir terhadap varian Omicron, Medigen mengadopsi perpanjangan uji klinis fase pertama, penerima vaksin mendapat suntikan 2+1 dosis diuji.
Jika dibandingkan dengan virus corono varian wild type, maka antibodi penetral Omicron yang mudah bermutasi mengalami penurunan menjadi 6,4 -6,8 kali lipat (lebih mendekati virus varian Delta), setelah menurun plasma darah penerima vaksin masih terdapat Neutralizing Antibody (NAb) yang menunjukkan setelah menerima vaksin Medigen 2+1 dosis terlihat dapat menangkal virus Omicron, memiliki tingkat perlindungan yang lumayan baik, akan tetapi semestinya memberikan dosis booster untuk meningkatkan potensi menetralisir antibody dan kekuatan perlindungan terhadap virus varian yang diwaspadai (VOC).
Medigen mengemukakan, terhadap Omicron vaksin mRNA dengan potensi menetralisir antibodi menurun 4-6 kali lipat, tren penurunan vaksin subunit mirip dengan vaksin mRNA, apabila keduanya dibandingkan maka mengungguli vaksin adeno virus. Omicron ditemukan memengaruhi tingkat perlindungan vaksin yang ada saat ini, akan tetapi Omicron bukan varian mutasi anti kekebalan, maka dengan menerima vaksin booster atau mendapat vaksin campuran heterologous booster, dinilai bisa meningkatkan kekuatan perlindungan vaksin.
Berkaitan dengan mutasi virus COVID-19 sangat cepat, Medigen melakukan penelitian dan evaluasi perubahan virus, dan aktif terjun dalam pengembangan platform vaksinasi booster dan tugas penelitian efektivitas vaksin.