(Taiwan, ROC) - Layanan “1955 E-Line” yang diluncurkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) setelah terjadinya lonjakan kasus pandemi COVID-19 di Taiwan pada Mei 2021, telah dengan sukses mengembangkan fungsinya sebagai teknologi pencegahan pandemi yang efektif, di mana lebih dari 120 ribu pekerja migran kini telah bergabung, dan lebih dari 90% PMA di Taiwan telah menerima vaksinasi dosis pertama.
Menurut Direktur Jenderal Badan Pengembangan Tenaga Kerja (WDA) di bawah Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) Tsai Meng-liang, layanan ini berawal dari ditransformasinya pos layanan MOL di bandara menjadi pos khusus layanan karantina, bertugas membantu dan membimbing kedatangan semua pekerja migran, termasuk masalah penempatan di hotel karantina sampai pada lokasi kerja.
Dalam wawancara di Radio Taiwan Internasional, Tsai mengemukakan, mengingat bahwa mayoritas informasi dan keterangan dari MOL diumumkan hanya dalam bahasa Mandarin dan Inggris, WDA kemudian menggabungkan layanan di bandara dengan layanan chat di aplikasi pesan LINE agar semua PMA yang bergabung bisa mendapatkan pemberitahuan instan berita-berita terkait yang selain kedua bahasa tadi, juga diterjemahkan ke bahasa Vietnam, Thailand dan Indonesia.
Aplikasi pesan seperti LINE adalah sarana komunikasi penting antara komunitas PMA di Taiwan, maka jumlah pendaftar terus bertambah dan mendobrak 120 ribu orang, sehingga berita pandemi seperti yang berhubungan dengan vaksinasi untuk PMA tersebar dengan cepat, membantu meninggikan cakupan vaksinasi dosis pertama di antara PMA menjadi 90% ke atas.
Tsai mengatakan, “Mengajarkan mereka melalui bahasa induk. Kami telah membuat sebuah pedoman pandemi di Line@, (para PMA) boleh mengakses melalui bahasa induk masing-masing, termasuk membuat janji vaksinasi. Hasilnya, tingkat vaksinasi dosis pertama di antara PMA sudah lebih tinggi dari warga Taiwan sendiri.”
Seiring kesuksesan keefektifannya, MOL pun mulai mensosialisasikan sejumlah kebijakan bersangkutan dengan PMA lain melalui sarana 1955 E-Line dan Line@, misalnya menyampaikan berita larangan impor produk daging babi dari Vietnam pada masa Festival Pertengahan Musim Gugur atau Festival Bulan untuk mencegah penyebaran asfivirus.
Menurut Tsai, Taiwan sedang menghadapi masalah menuanya populasi, maka para PMA yang sudah hidup dan bekerja lama, diharapkan bisa terus menetap di Taiwan. Siapa tahu, anggota keluarga lain dari para kandidat imigran ini juga bisa datang ke Taiwan, sama-sama menjadi warga Taiwan baru.