(Taiwan, ROC) -- Pejabat Kesehatan Tertinggi Israel pada 30 Desember mengemukakan, Israel akan memberikan vaksin booster COVID-19 untuk kedua kalinya, bagi orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Namun, pihaknya sampai saat ini masih belum dapat membuat keputusan akhir, apakah akan memperluas skala penerimaan dosis ke-4 ini atau tidak.
Menurut pemberitaan media Reuters, 1 tahun yang lalu Israel merupakan negara yang paling cepat dalam mendorong perencanaan vaksinasi COVID-19. Setelah mengamati jika kekebalan tubuh akan menurun dari waktu ke waktu, membuat sebagian besar negara juga telah memulai vaksinasi booster dosis pertama.
Karena penyebaran varian Omicron yang sangatlah cepat, tim ahli dari Kementerian Kesehatan Israel pada pekan lalu merekomendasikan agar Israel dapat melakukan pemberian dosis keempat vaksin produksi Pfizer/BioNTech kepada tenaga medis, para warga yang berusia 60 tahun ke atas, ataupun orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Rencana vaksinasi booster gelombang pertama memerlukan persetujuan dari Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Israel, Nachman Ash, dan Beliau belum mengumumkan keputusannya terkait hal tersebut. Beberapa ahli berpendapat, saat ini belum memiliki cukup bukti ilmiah untuk mendukung vaksinasi dosis keempat.
Nachman Ash saat konferensi pers yang diadakan pada 30 Desember kemarin menyatakan, dirinya telah memutuskan, saat ini vaksinasi booster kedua hanya akan diberikan kepada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Dirinya juga akan terus mempelajari apakah perlu untuk memperluas skala target vaksinasi atau tidak.