History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Masih Ada Warga yang Bersikukuh Tidak Divaksin, Pakar: Tingkat Keparahan Akibat Terpapar COVID-19 akan Meningkat 20 Kali Lipat

  • 29 December, 2021
  • 尤繼富
Masih Ada Warga yang Bersikukuh Tidak Divaksin, Pakar: Tingkat Keparahan Akibat Terpapar COVID-19 akan Meningkat 20 Kali Lipat
Masih Ada Warga yang Bersikukuh Tidak Divaksin, Pakar: Tingkat Keparahan Akibat Terpapar COVID-19 akan Meningkat 20 Kali Lipat

(Taiwan, ROC) --- Menghadapi risiko penularan COVID-19 yang hingga hari ini masih belum menemukan titik terang, diberitakan ada beberapa masyarakat di Taiwan yang tetap bersikukuh untuk tidak memperoleh vaksinasi.

Menanggapi hal tersebut, pejabat Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) - Lee Ping-ing (李秉穎) hari ini (29/12) menyampaikan, tanpa vaksinasi, maka ada kemungkinan terpapar COVID-19 dengan tingkat keparahan 20 kali lipat.

Menjelang datangnya perayaan Tahun Baru Imlek, membuat sebagian besar warga Taiwan yang bermukim di luar negeri memutuskan untuk kembali ke tanah air dalam beberapa hari belakangan. Dalam 1 minggu terakhir, Taiwan telah mencatat 109 kasus penularan dari luar negeri dan 48 di antaranya positif terpapar varian Omicron.

Dalam sebuah wawancara eksklusif pada Rabu pagi (29/12) - Lee Ping-ing menyampaikan, satu bulan mendatang adalah waktu yang sangat riskan. Warga Taiwan dari luar negeri yang hendak mudik diperkirakan akan membludak. Dengan demikian, dirinya memperkirakan bahwa akhir bulan Januari adalah periode yang sangat berbahaya.

Sebagian besar warga Taiwan yang pulang ini berasal dari kawasan dengan situasi pandemi yang belum terkendalikan dengan baik. Oleh karena itu, risiko terpapar COVID-19 masih akan tetap ada, meskipun telah menerima vaksinasi sebanyak satu atau dua dosis. Ia mengimbau kepada seluruh warga untuk benar-benar mematuhi peraturan pencegahan epidemi dan jangan sekali-kali lengah.

Tingkat cakupan vaksinasi COVID-19 dosis pertama untuk saat ini telah mencapai angka 79,8%, sedangkan dosis kedua sebesar 67,2%. Lee Ping-ing menuturkan, beberapa warga masih bersikukuh untuk tidak menerima vaksinasi, dan ini dicemaskan dapat meningkatkan risiko penularan COVID-19 di tengah komunitas.

Lee Ping-ing melanjutkan, virus COVID-19 tidak akan musnah. Tanpa vaksinasi, maka ada kemungkinan terpapar COVID-19 dengan tingkat keparahan 20 kali lipat.

Lee Ping-ing mengatakan, “Anda hidup di bumi ini dengan kondisi virus COVID-19 tidak akan lenyap. Jadi ada kemungkinan, Anda akan tertular olehnya suatu hari nanti. Tanpa vaksinasi, jika terpapar, maka Anda akan memiliki tingkat keparahan 20 persen dan tingkat kematian 2% hingga 4%. Jika telah divaksinasi, maka tingkat keparahan dan tingkat kematian Anda akan berkurang hingga di bawah 1%. Kesenjangan dari risiko ini berkisar 20 kali lipat.”

Apakah memungkinkan status vaksinasi dari setiap individu dapat dilacak melalui kartu Askes? Menjawab pertanyaan tersebut, Lee Ping-ing menyampaikan pihaknya tengah mempertimbangkan langkah tersebut. Terutama untuk kelompok anak-anak yang belum divaksin, maka pihak biro kesehatan akan mendesak untuk diberikan suntikan vaksin

Lee Ping-ing melanjutkan, masalahnya terdapat pada sistem imunisasi pusat yang tidak terintegrasi dengan data vaksinasi dari setiap rumah sakit, sehingga akan ada perbedaan/jeda waktu saat pihak rumah sakit mengunggah data warga. Apalagi saat ini mekanisme vaksinasi belum terintegrasi dengan sistem Askes.

Jika sistem telah terintegrasi, maka ketika warga (terutama lansia) mendatangi rumah sakit/klinik, maka dokter bisa memberikan imbauannya kepada mereka yang belum divaksin.

Komentar

Terbarumore