(Taiwan, ROC) – Menanggapi tekanan ekonomi dan politik dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) kepada Lituania karena memutuskan untuk memperdalam hubungan dengan Taiwan, Ketua bersama dan anggota inti dari 25 negara “Formosa Club” kawasan Eropa, pada tanggal 23 Desember bersama-sama mengirimkan surat kepada pimpinan Uni Eropa (UE), serta menegaskan kembali persatuannya untuk mendukung Lituania.
Surat bersama tersebut menyebutkan, sejak Taiwan mendirikan kantor perwakilan di Vilnius, ibu kota Lituania pada tanggal 18 November yang lalu, Negeri Tirai Bambu memberikan tekanan kepada Lituania melalui berbagai cara, termasuk menghapus Lituania dari sistem deklarasi bea cukai RRT, mengubah nama Kedutaan Besar Lituania di RRT secara sepihak, serta menarik dokumen identitas staf kedutaan secara paksa, dan lain-lain. Tidak hanya memblokir jalur ekspor Lituania, namun juga memaksa Lituania untuk menarik diplomatnya di RRT.
Para anggota yang berpartisipasi menekankan, Uni Eropa harus mengambil tindakan nyata dalam melawan dan menanggapi langkah-langkah koersif dari Negeri Panda, karena jikalau tidak, maka akan ada lebih banyak industri Eropa yang akan menjadi target tekanan selanjutnya, bahkan membahayakan kebijakan perdagangan bersama Uni Eropa. Uni Eropa dan negara-negara anggota yang lain tidak seharusnya membiarkan otonomi strategis mereka rusak parah akibat strategi seperti ini.
Dalam akhir surat pernyataan bersama yang diumumkan masing-masing pada tanggal 28 Oktober dan 8 Desember tersebut menegaskan dukungan yang penuh kepada Presiden Dewan Eropa, Charles Michel, Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, dan perwakilan senior Josep Borrell dan Wakil ketua Valdis Dombrovskis, untuk menentang keras setiap negara anggota Uni Eropa berada di bawah tekanan politik dan tindakan koersif, serta mengharapkan Uni Eropa dapat mengambil tindakan nyata dalam melawan tindakan koersif RRT.
Negara-negara yang menandatangani surat pernyataan bersama kali ini, termasuk: Jerman, Prancis, Italia, Spanyol, Portugal, Belgia, Irlandia, Swedia, Denmark, Latvia, Estonia, Lituania, Republik Ceko, Polandia, Slovakia, Rumania, Hongaria, Belanda, Austria, Slovenia, Kroasia, Swiss, Norwegia, Kosovo, dan Anggota-Anggota Parlemen Eropa yang bergabung dalam barisan solidaritas.
MOFA mengucapkan terima kasih kepada “Formosa Club” kawasan Eropa yang sekali lagi menggabungkan anggota Kongres kelas berat untuk secara terbuka mendukung Lituania. Menghadapi intimidasi otoritas Pemerintah Beijing terhadap pasar domestik dan pemaksaan demokrasi bebas yang mengikuti ekonomi pasar, Taiwan yang merupakan mitra bersahabat Lituania dengan gagasan serupa, tidak hanya akan terus memperdalam kerja sama substantif bilateral Taiwan-Lithuania, tetapi secara bersamaan juga menyerukan negara-negara global dengan ide serupa bersama-sama mempertahankan aturan berdasarkan tatanan perdagangan internasional.