(Taiwan, ROC) – Kecamuk COVID-19 di Negeri Tirai Bambu belakangan ini kembali memanas, mengakibatkan salah satu kota semikonduktor utama Negeri Panda, “Wuhan”, telah mengumumkan penutupan kota. Salah seorang peneliti dari Institut Penelitian Ekonomi Taiwan (TIER), Liu Pei-chen (劉佩真) pada hari ini (24/12) membeberkan, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) memiliki pengalaman sebelumnya dalam menutup kota Wuhan, dampak dari penutupan kota Xi’an seharusnya berada dalam jangkauan yang dapat dikendalikan, dan tidak akan menyebabkan krisis rantai pasokan. Namun, pasar memori global relatif lemah baru-baru ini. Penutupan kota telah membuat pasokan pabrik memori lokal menjadi lebih ketat, yang akan membantu kenaikan harga pada memori secara keseluruhan, lagipula masih ada peluang untuk menerima efek pengalihan pesanan terhadap pabrikan Taiwan.
Liu Pei-chen (劉佩真) mengemukakan, apabila Samsung terpengaruh dari penutupan kota Xi’an, maka akan menyebabkan pasokan memori menjadi sangat terbatas, dan ditakutkan dalam waktu dekat harga memori dapat naik, berbeda dengan kondisi pasar yang tergolong lemah saat ini. Liu Pei-chen (劉佩真) mengatakan, ”Memori global dari kuartal keempat tahun ini hingga ke kuartal pertama tahun depan kebetulan relatif lemah. Seluruh pasar memasuki tahap penyesuaian kembali, dan harganya relatif lemah. Apabila pabrik Samsung Xi'an di Negeri Panda dapat memanfaatkan tren untuk memasok kekurangan, itu sebenarnya akan bermanfaat bagi dunia global, termasuk munculnya tren kenaikan harga pada DRAM dan NAND Flash dalam jangka pendek.”
Liu Pei-chen (劉佩真) menambahkan, apabila penutupan kota mempengaruhi pasokan memori, maka akan menguntungkan produsen Taiwan, yang akan memiliki kesempatan untuk menerima efek pemindahan pemesanan dan mendorong ekonomi Taiwan.