(Taiwan, ROC) --- Klaster penularan COVID-19 pecah di hotel pencegahan epidemi yang berlokasi di Taoyuan. Diberitakan ada 6 orang yang bermukim di lantai 6 positif COVID-19, serta 1 orang di lantai 5 dan lantai 8. Hingga hari ini, total kasus positif COVID-19 untuk klaster di hotel tersebut sudah mencapai 8 orang.
Saat ditemui hari ini (18/12) Komandan Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) – Chen Shih-chung menyampaikan, jumlah virus yang terdapat di lantai lima sangat sedikit dan tidak mudah dilacak. Dari 8 kasus yang terkonfirmasi, 7 di antaranya positif tertular varian Delta. Pihak CECC kini tengah melakukan investigasi perihal bagaimana virus dapat menyebar dari lantai yang berbeda.
Chen Shih-chung mengatakan, “Sangat sulit menentukan kepastian tersebut. Saya menduga, saat mengakses keluar dan masuk. Penularan di lantai 6 adalah klaster baru, dan tidak perlu diragukan lagi. Saya rasa ini adalah (menyebar) di lingkungan. Untuk lantai 8, kini masih diselidiki.”
Apakah virus menyebar dari saluran pendingin ruangan di dalam hotel pencegahan epidemi? Menjawab hal tersebut, Chen Shih-chung menerangkan, pihaknya tidak mengesampingkan sepenuhnya kemungkinan tersebut. Ia melanjutkan, seluruh staf hotel yang bertugas sangat mematuhi SOP yang diberlakukan. Meski demikian, ada beberapa petugas yang kurang mengerti atau terkesan mengabaikan detail dari penanganan dan penanggulangan saat ditemukan adanya pihak yang tertular COVID-19.
CECC juga akan mengundang Pakar Pengendalian Infeksi untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap prosedur dari hotel pencegahan epidemi. CECC juga akan mengevaluasi pemahaman akan standar pencegahan epidemi dari setiap personil hotel dan meminta pihak pengelola untuk memperbaiki fasilitas penyaringan udara.
Jika nantinya ditemukan kelalaian besar dari pihak pengelola, maka CECC akan mencabut izin operasional mereka sebagai hotel pencegahan epidemi.
Chen Shih-chung menuturkan, menanggapi prosedur isolasi yang diterapkan guna menyambut kepulangan warga Taiwan merayakan Festival Musim Semi (Imlek), maka pihaknya akan menambah jumlah pemeriksaan PCR.