History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Upaya Keras Yayasan Chi Po-lin Mengumpulkan Ribuan Karya Digital

  • 17 December, 2021
  • 尤繼富
Upaya Keras Yayasan Chi Po-lin Mengumpulkan Ribuan Karya Digital
Upaya Keras Yayasan Chi Po-lin Mengumpulkan Ribuan Karya Digital

(Taiwan, ROC) --- Setelah Master Fotografi kenamaan Taiwan - Chi Po-lin (齊柏林) meninggal dunia pada tahun 2017 silam, ia telah meninggalkan sekitar 100.000 film gulung, 500.000 foto digital dan kumpulan video dengan total durasi melebihi ribuan jam.

File-file berharga ini perlu diarsipkan dengan sangat hati-hati melalui pembentukan database digital, agar nantinya dapat dipergunakan semaksimal mungkin. Namun karena keterbatasan sumber daya di Yayasan Chi Po-lin, kian mempersulit pendirian database digital yang dimaksud.

Meski demikian, layaknya sebuah perkataan yang tersemat dalam situs Yayasan Chi Po-lin, "Ini adalah pertandingan maraton tanpa tepuk tangan", tujuan pendirian database tetap dan harus diwujudkan.

Setelah dibentuk pada tahun 2018, Yayasan Chi Po-lin mulai mengarsip beberapa peninggalan dari fotografer kenamaan Taiwan tersebut, meliputi film gulung, foto digital dan video.

Pekerjaan untuk mengatur data-data tersebut ternyata tidak semudah yang diperkirakan oleh pihak luar. Pada tahun 2021, Yayasan Chi Po-lin pun menerima subsidi dari Taiwan Creative Content Agency (TAICCA), untuk kemudian membentuk platform database "Taiwan Aerial Photography by Chi Po-lin".

Saat menerima wawancara, tim dari Taiwan Creative Content Test (TCCF) – Zhan Yu-wen (詹宇雯) menyampaikan, pihaknya telah melakukan inventarisasi terhadap seluruh materi yang ditinggalkan oleh Chi Po-lin, meliputi 110.000 film gulung, 500.000 foto digital dan kumpulan video dengan durasi melebihi 1.000 jam.

Pembentukan divisi pengarsipan data-data berharga Chi Po-lin belum diresmikan hingga hari ini. Pekerjaan untuk mengklasifikasikan potret digital Chi Po-lin tidak begitu sulit, mengingat terteranya waktu dan tanggal di setiap lembaran foto. Namun demikian, tim yang bertugas menemui kendala saat hendak menginventarisasi film-film gulung hasil bidikan Chi Po-lin.

Zhan Yu-wen menuturkan, pihak yayasan bukannya tidak mau mengalihkan penanganan data tersebut ke tangan profesional, tetapi dibutuhkan dana yang sangat besar untuk mendigitalkan ratusan ribu film gulung. Diperkirakan proses pemindaian dari 110.00 film gulung hanya bisa membuahkan hasil sekitar 30%.

Oleh karena itu, yayasan pun memilih untuk berkonsultasi dengan banyak pakar, guna mempelajari ragam metode mutakhir dalam memindai gambar, untuk kemudian menetapkan serangkaian SOP yang tentunya disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Zhan Yu-wen melanjutkan, sumber daya pekerja yang dimiliki yayasan juga sangat terbatas, hanya ada satu orang yang bertanggung jawab untuk mengarsip dan mendigitalkan ribuan karya. Pihak yayasan juga telah merekrut beberapa relawan untuk mempermudah pekerjaan mereka. Dapat dibayangkan betapa sulitnya menyelesaikan seluruh proses pengarsipan, dengan keterbatasan yang dimiliki.

Chi Po-lin adalah sosok yang sangat teliti dalam mengklasifikasi setiap foto yang ia ambil berdasarkan waktu dan tempat pemotretan. Namun demikian, yayasan masih menemukan beberapa kesalahan saat mengarsip film gulung, yang mana ini semua membutuhkan pendanaan ekstra untuk menyelesaikannya. Di samping itu, mereka juga membutuhkan waktu lebih untuk memverifikasi informasi dari setiap karya.

Industri film gulung saat ini telah berkurang drastis, sehingga sulit menemukan fasilitas pemindaian termutakhir, apalagi hal tersebut akan memakan biaya, waktu dan tempat yang lebih banyak.

Zhan Yu-wen mengatakan, "Mendigitalkan film gulung ini tentu akan lebih sulit. Mengkonfirmasi apakah film ini pernah ditonton oleh pihak luar juga tidak mudah. Di samping itu, menentukan film mana yang harus didigitalkan? Apakah harus diedit? Ini semua harus dipikir matang-matang. Apalagi industri film gulung saat ini telah berkurang drastis. Sehingga saat kami mencari beberapa fasilitas pendukung, seperti alat pemindai atau komponennya akan menjadi sangat sulit. Kami harus menelusuri di internet atau mengikuti lelang online, dan ini semua harus tergantung kepada pihak yang mau menjualnya kepada kami."

Beberapa foto juga sudah memudar karena buruknya fasilitas penyimpanan suhu dan kelembapan di masa lalu. Setelah dipindai, foto juga harus diberi warna. Tentunya ini membutuhkan profesionalisme dan harus menetapkan SOP yang relevan. Yayasan Chi Po-lin akan terus mengeksplorasi langkah-langkah relevan, guna menetapkan prosedur yang sesuai. Dan sejauh ini, setidaknya ada 3.000 film gulung yang sudah dipindai dan diarsipkan.

Wakil CEO Yayasan Chi Po-lin – Lee Hui-chi (李惠琪) menyampaikan, materi video yang ditinggalkan oleh Chi Po-lin adalah aset yang sangat berharga. Selain menggelar pameran, mereka juga akan terus mempromosikan pendidikan lingkungan, serta meneruskan filosofi Chi Po-lin untuk berbagi perihal kepedulian merawat bumi.

Yayasan Chi Po-lin juga berharap melalui peremajaan kembali karya-karya yang ada dapat menggelar pertukaran dengan para pelaku usaha, guna mengumpulkan dana

Oleh karena itu, platform database "Taiwan Aerial Photography by Chi Po-lin" menjadi fondasi penting bagi yayasan Chi Po-lin. Dengan demikian akan mengumpulkan kekuatan yang tiada batas.

Lee Hui-chi mengatakan, "Master Chi Po-lin adalah sebuah rekor, membuat semua orang akan melihatnya. Setelah itu, Anda akan dibuat untuk berpikir akan hal-hal yang mungkin belum pernah dilihat sebelumnya. Karya-karya yang ingin disaksikan oleh semua orang dibangun di atas fondasi arsip digital terkait. TAICCA mengucurkan subsidi mereka kepada kami, dengan membangun platform pengumpulan data. Dengan platform ini akan membuat proses pencarian menjadi lebih efektif. Ada berbagai macam aplikasi yang mungkin tidak terbayangkan sebelumnya. Jika saat ini database tersebut sudah dibangun, maka kemungkinannya tidak akan terbatas."

Lee Hui-chi mengemukakan, semasa hidupnya, Chi Po-lin telah membangun basis digital "itaiwan8" dan hingga hari ini masih terbuka untuk pihak luar. Namun demikian, setelah bertahun-tahun berdiri, konten di dalam platform tersebut dinilai belum maksimal. Apalagi saat ini, platform terkait tidak memenuhi persyaratan pencarian. Dengan demikian, generasi terbaru platform database "Taiwan Aerial Photography by Chi Po-lin" diharapkan dapat diluncurkan secara resmi pada tahun mendatang.

Seperti sebuah narasi yang tersemat dalam situs Yayasan Chi Po-lin, "Ini adalah pertandingan maraton tanpa tepuk tangan", ini adalah proyek besar nan penting yang harus dituntaskan, terlepas dari banyaknya tantangan yang berada di depan mata.

Komentar

Terbarumore