(Taiwan, ROC) -- Ketua Kelompok Persahabatan Parlemen Prancis, Francois de Rugy merespons undangan dari pemerintah Taiwan, pada hari Rabu ini (15/12) memimpin rombongan yang terdiri dari 5 anggota parlemen lintas parpol tiba di Taiwan . Francois de Rugy menyampaikan, pada tahun ini dalam sidang parlemen ia mempromosikan dan meloloskan satu resolusi, mengenai dukungan pemerintah Prancis untuk partisipasi Taiwan dalam organisasi internasional, mengharapkan dapat melakukan pertukaran pendapat dengan Presiden Tsai Ing-wen dan pejabat pemerintahan penting lainnya, lebih lanjut melakukan pertukaran antar kedua belah pihak.
Francois de Rugy mengatakan, “Mengharapkan kunjungan ke Taiwan kali ini adalah pertukaran Taiwan-Prancis, hubungan Taiwan -Eropa, yang melibatkan aspek ekonomi dan budaya.”
Kemenlu mengemukakan, Francois de Rugy selalu mendukung Taiwan dalam masa jangka panjang, resolusi sidang parlemen bulan November meloloskan resolusi “melibatkan Taiwan ikut serta dalam pekerjaan organisasi internasional dan platform multilateral”, inilah resolusi yang dirintisnya.
Juru Bicara Kemenlu , Joanne Ou mengatakan, “Hal ini tidak hanya sebagai resolusi kemitraan dengan Taiwan yang pertama kali diloloskan dalam sidang parlemen Prancis, terlebih-lebih juga mencatat rekor kedua dewan perwakilan Prancis meloloskan resolusi kemitraan dengan Taiwan untuk pertama kalinya, maka kami dapat merasakan kedua dewan perwakilan sepakat mendukung Taiwan sebesar-besarnya, hal ini menandakan hubungan persahabatan yang erat antar Taiwan-Prancis.”
Sebelum kunjungan ke kantor partai Demokrat Progresif(DPP), Ketua Kelompok Persahabatan Taiwan Senat Prancis, Alain Richard telah melakukan kunjungan ke Taiwan pada awal bulan Oktober, Kemenlu mengatakan, kunjungan penting ini mencatat lembaran baru dunia perpolitikan dalam kurun waktu 3 bulan ada dua dewan perwakilan negara yang datang ke Taiwan.
Kemenlu mengemukakan, kunjungan pejabat penting ini dijadwalkan bertemu dengan Presiden Tsai Ing-wen, PM Su Tseng-chang, Ketua Yuan Legislatif Yu Shyh-kun dan Menlu Joseph Wu; selanjutnya juga diagendakan bertemu dengan pemimpin kementeriannya diantaranya Kemenko, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW), Ditjen Perlindungan Lingkungan (EPA). Rombongan ini telah dijadwalkan dengan serangkaian kegiatan selama di Taiwan serta mematuhi protokol kesehatan yang telah diatur oleh Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC).