(Taiwan, ROC) -- Setelah Taiwan dan Daratan Tiongkok mengajukan permohonan bergabung dalam Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP), pesaing yang paling kuat bagi Taiwan yaitu Korea pada tanggal 13 Desember mengumumkan akan mengajukan permohonan bergabung dalam CPTPP. Menteri Ekonomi Taiwan, Wang Mei-hua hari Rabu (15/12) dalam rapat yang digelar Komite Ekonomi di Yuan Legislatif mengungkapkan, meskipun cakupan perjanjian perdagangan bebas dari Korea mencapai 70%, tetapi spesifikasi CPTPP lebih tinggi lagi, mengurangan pajak untuk kawasan akan lebih besar, untuk itu apabila Korea bergabung maka Taiwan tidak dapat bergabung, tentu saja ini akan mendatangkan kerugian yang sangat besar bagi Taiwan, diperkirakan akan berpengaruh pada industri mesin, peralatan mesin, baja, petrokimia, tekstil, karet dan sepeda.
Wang Mei-hua mengemukakan bahwa dia telah berada di layanan publik selama bertahun-tahun. Tidak peduli presiden mana yang berkuasa, dia tahu bahwa Taiwan membutuhkan perjanjian perdagangan bebas. Namun, di bawah tekanan politik, sangat sulit untuk bergabung dengan perjanjian perdagangan. Pada masa Presiden Ma berkuasa, saat tidak ada komite nasional menegosiasikannya, dia berinisiatif meminta pemerintah untuk melakukan revisi dan mengubah undang-undang dan peraturan yang memenuhi standar, Sekarang, setelah pengajuan, keputusannya benar-benar berlawanan, dan upaya yang dilakukan di masa lalu mungkin bisa menjadi hal luar biasa.
Wang Mei-hua juga menyampaikan, Korea Selatan membuka impor babi AS pada tahun 2012. Jika referendum babi anti-Ractopamine diloloskan, Taiwan akan memikul beban yang sangat tidak perlu. Kalau Taiwan tidak bergabung, maka dampaknya tidak bisa dikendalikan, ini masalah serius dalam jangka panjang.v