History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Taiwan 3 Kali Berturut Mendapat Pengakuan “Negara Terbuka” di Asia

  • 11 December, 2021
  • 譚雲福
Taiwan 3 Kali Berturut Mendapat Pengakuan “Negara Terbuka” di Asia
Taiwan 3 Kali Berturut Mendapat Pengakuan “Negara Terbuka” di Asia

(Taiwan, ROC) – Berdasarkan survei tingkat kebebasan dan ruang hidup masyarakat global dari CIVICUS (aliansi global organisasi dan aktivis masyarakat sipil yang didedikasikan untuk memperkuat aksi warga dan masyarakat sipil di seluruh dunia), selama 3 tahun berturut-turut Taiwan menjadi satu-satunya negara “terbuka” di Benua Asia. Dalam laporan membeberkan, Taiwan menjamin kebebasan dasar rakyat, dan rakyat dapat dengan bebas membentuk organisasi sipil, tetapi masih ada beberapa area yang dapat ditingkatkan.

Organisasi non pemerintah CIVICIS setiap tahun bersama dengan 20 lebih negara/kawasan di dunia melakukan jajak pendapat tingkat kebebasan dalam lingkup kehidupan masyarakat global, CIVICUS hari ini (8/12) mengumumkan laporan “Manusia dalam ancaman 2021” (People Power Under Attack 2021).

Laporan yang menilai ruang aktivitas masyarakat sipil berbagai negara di seluruh dunia dari perspektif kebebasan berbicara, kebebasan pers, kebebasan berkumpul, dll. Terbagi menjadi 5 tingkat, dengan tingkat yang terbaik adalah “terbuka”, diikuti oleh “sempit”. “terbatasi”, “tertekan”, “tertutup”.

Dari 197 negara di dunia yang dinilai, terdapat 39 negara yang termasuk dalam kategori “terbuka”, 41 negara sebagai negara “sempit”, 43 negara “terbatasi”, 49 negara “tertekan”, dan 25 negara sebagai “tertutup”.

Dari 26 negara dan kawasan di Benua Asia, Taiwan merupakan satu-satunya negara yang dinilai “terbuka”,  Jepang, Mongolia, dan Korea Selatan terdaftar sebagai negara yang “sempit”, terdapat 7 negara termasuk dalam  “terbatasi”, dan 11 negara dinilai “tertekan” seperti Daratan Tiongkok, Korea Utara, serta ada 4 negara yang masuk dalam kategori “tertutup” seperti Vietnam.

Taiwan menjadi satu-satunya negara “terbuka” di Asia pada tahun 2019, dan tahun 2020 masih kembali mendapat kategori “terbuka”, begitu pula dengan tahun ini, jadi selama 3 tahun berturut-turut Taiwan mendapat predikat negara “terbuka” yang satu-satunya di Benua Asia.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa Taiwan menjamin kebebasan dasar semua orang. Pemerintah menoleransi kritik dari kelompok masyarakat sipil. Para pembangkang dapat mengekspresikan pendapat mereka secara bebas tanpa takut dihukum atau diserang. Orang dapat berkumpul secara damai, dan dapat dengan bebas membentuk organisasi masyarakat sipil tanpa hambatan.

Komentar

Terbarumore