(Taiwan, ROC) --- Pemerintah Nikaragua hari ini (10/12) mengumumkan bahwa mereka mengakui “Kebijakan Satu Tiongkok”, dengan demikian akan memutus hubungan diplomatik dengan ROC.
Menanggapi keputusan tersebut, Kementerian Luar Negeri ROC (MOFA) menyampaikan rasa penyesalan yang sangat mendalam. MOFA juga akan mengakhiri seluruh hubungan diplomatiknya dengan otoritas Nikaragua , serta menghentikan seluruh kerja sama bilateral, program bantuan dan menarik mundur personel tim teknis dari kantor kedutaan setempat.
MOFA menyampaikan, guna melindungi kedaulatan dan martabat nasional, maka Taiwan memutuskan untuk mengakhiri hubungan diplomatik Nikagua terhitung hari ini. Dengan demikian, seluruh program kerja sama/pertukaran teknis dan proyek bantuan antar kedua negara akan dihentikan.
MOFA juga akan menarik mundur seluruh personil tim teknis mereka dari kantor kedutaan setempat.
Selama ini, Taiwan selalu menjadi teman setia Nikaragua, serta membantu kawasan setempat mengembangkan pembangunan dan mata pencaharian penduduk lokal. Hasil dari kontribusi Taiwan dapat terlihat jelas di Nikaragua.
Keputusan untuk memutuskan hubungan diplomatik yang diambil oleh pemerintahan Presiden José Daniel Ortega Saavedra tentu sangat disesali oleh otoritas ROC.
MOFA di lain pihak menyampaikan, sebagai bagian dari komunitas dunia, Taiwan berhak untuk melakukan pertukaran dan mengembangkan hubungan diplomatik dengan negara lain. ROC akan terus mempromosikan “diplomasi pragmatis”, guna memperluas ruang internasional, serta teguh memegang komitmen untuk menjaga perdamaian dan stabilitas regional.