(Taiwan, ROC) --- Menteri Pertahanan Nasional - Chiu Kuo-cheng (邱國正) hari ini (8/12) menyampaikan, situasi lintas selat belakangan ini kian menegangkan. Pergerakan musuh diberitakan juga terdeteksi di wilayah utara, selatan, barat dan timur Taiwan.
Otoritas Republik Rakyat Tiongkok (RRT) juga terus berupaya memasuki wilayah udara, darat dan laut Taiwan. Chiu Kuo-cheng mengujar, jika serangan di wilayah pertahanan Kinmen dan Taiwan dilancarkan, maka dicemaskan dapat berimbas ke kawasan lainnya, mengingat tindakan provokatif sering dilancarkan oleh otoritas RRT
Personil Angkatan Laut diberitakan menggelar pelatihan militer di sepanjang pesisir barat daya Taiwan kemarin (7/12). Di samping itu, AU juga mengumumkan pergerakan dari pesawat RRT, meliputi 6 pesawat tempur Chengdu J-10, 2 pesawat tempur Shenyang J-16 dan 1 pesawat angkut jarak menengah Shaanxi Y-8.
Pesawat tersebut diberitakan memasuki wilayah Identifikasi Pertahanan Udara Barat Daya Taiwan Zone (ADIZ). Menanggapi hal di atas, Menteri Chiu Kuo-cheng saat ditemui Rabu pagi (8/12) menyampaikan, pihaknya tidak akan memberikan komentar apa pun. Namun demikian, ia akui jika keadaan lintas selat saat ini tengah berada di titik terpanas.
Chiu Kuo-cheng menuturkan, tindakan invasif RRT terhadap Taiwan tidak pernah berhenti, baik di wilayah udara maupun laut. Setiap kali pihak militer Taiwan menggelar pelatihan, maka otoritas RRT akan mengirimkan pesawat mereka untuk mengganggu wilayah Taiwan. Kali ini, MND bersikap lebih hati-hati, tetapi sebagian tugas yang bersifat tahunan tetap harus berjalan normal sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Menteri MND melanjutkan, pihaknya paham akan situasi yang berkembang saat ini, dengan pergerakan musuh yang berada di sekeliling Taiwan, meliputi utara, selatan, timur dan barat. Ia beranggapan, jika wilayah pertahanan Taiwan atau Kinmen memulai tindakan yang menyerang, maka dicemaskan dapat berimbas pada wilayah lainnya. Keputusan untuk memulai perang berada di genggaman RRT, bukannya di Taiwan.
Menanggapi pelatihan oleh para personil militer, Menteri Chiu Kuo-cheng menuturkan, saat ini cukup sulit untuk menggelar pelatihan, apalagi harus bersinggungan dengan kondisi seperti sekarang. Seluruh personil akan mengintegrasikan seluruh aspek, dan tidak menutup kemungkinan untuk menyertakan aksi musuh sebagai bagian dari pelatihan. Dengan demikian, seluruh personil dapat berlatih setiap saat.
Secara terbuka, Menteri MND menerangkan, dirinya akan langsung mengunjungi Pos Komando Hengshan selepas pulang kerja jika situasi memungkinkan. Aksinya tersebut ditafsir pihak luar sebagai persiapan untuk menghadapi situasi yang belakangan ini berkembang cukup serius.
Hari ini, Chiu Kuo-cheng menyampaikan, karena lokasi pos komando terletak di dekat kantor dimana Beliau bertugas, sehingga ia pun sering berkunjung ke sana. Jika kebetulan ada pelatihan militer yang tengah berlangsung, maka ia pun akan mengawasi di tempat.
Biro Urusan Legislatif yang berada di bawah naungan Yuan Legislatif menyampaikan bahwa MND harus mengutamakan isu wamil dan rekrutmen militer. Menanggapi hal tersebut, Menteri MND menyampaikan, pembentukan personil tentara dan persiapan memiliki perbedaan yang signifikan.
Saat ini, MND tengah memprioritaskan ke arah persiapan perang. Keputusan untuk memperpanjang masa wamil tidak berada di tangannya seorang, melainkan membutuhkan pendapat dari berbagai lapisan masyarakat. Kini banyak suara yang beredar di masyarakat, sehingga mereka harus mengevaluasi seluruh rumor dengan sangat hati-hati.